• Berita
  • Nilai Ekspor Kaltim November 2025 Menyusut, Migas Turun 36,68 Persen
Berita

Nilai Ekspor Kaltim November 2025 Menyusut, Migas Turun 36,68 Persen

Ekspor Kaltim November 2025 tercatat US$1,68 miliar atau turun 9,70 persen dibandingkan Oktober, seiring melemahnya ekspor migas.

Ilustrsai kapal pengangkut minyak sandar di pelabuhan. Sepanjang November 2025, BPS mencatat kinerja ekspor migas Kaltim turun hingga 36 persen. (Foto : iStock/Ollo)

SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat nilai ekspor provinsi ini pada November 2025 mencapai US$1.685,71 juta atau turun 9,70 persen dibandingkan Oktober 2025.

Kepala BPS Kalimantan Timur Yusniar Juliana menyampaikan data tersebut melalui keterangan resmi yang dirilis Senin (5/1/2026). Selain ekspor, nilai impor Kalimantan Timur pada November 2025 juga mengalami penurunan.

“Nilai impor November 2025 tercatat sebesar US$437,54 juta atau turun 7,43 persen dibandingkan Oktober 2025,” kata Yusniar.

Berdasarkan jenisnya, ekspor migas pada November 2025 tercatat sebesar US$126,28 juta atau turun 36,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai US$1.559,43 juta atau turun 6,48 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Kalimantan Timur sepanjang Januari–November 2025 tercatat sebesar US$18.793,18 juta. Angka tersebut turun 15,53 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

BPS mencatat, berdasarkan golongan barang, peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada November 2025 dibandingkan Oktober 2025 terjadi pada golongan bahan bakar mineral yang naik sebesar US$25,76 juta atau 2,03 persen.

Sebaliknya, penurunan nilai ekspor terdalam terjadi pada golongan lemak dan minyak hewani atau nabati yang turun sebesar US$107,18 juta atau 47,34 persen.

Dari sisi negara tujuan, selama Januari–November 2025, Tiongkok menjadi tujuan utama ekspor Kalimantan Timur dengan nilai mencapai US$5.835,45 juta atau berkontribusi 34,31 persen terhadap total ekspor. Posisi berikutnya ditempati India dengan nilai US$2.784,19 juta atau 16,37 persen, serta Filipina sebesar US$1.405,95 juta atau 8,27 persen.

Menurut BPS, komoditas hasil tambang masih menjadi andalan ekspor Kalimantan Timur sepanjang Januari–November 2025 dengan peranan sebesar 70,23 persen. Selanjutnya diikuti hasil industri dengan kontribusi 20,16 persen, serta ekspor migas sebesar 9,51 persen.

Adapun tiga pelabuhan dengan sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor Kalimantan Timur pada November 2025 adalah Pelabuhan Balikpapan dengan nilai US$425,29 juta, Pelabuhan Samarinda sebesar US$357,89 juta, dan Pelabuhan Tanjung Bara sebesar US$225,10 juta.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar