BALIKPAPAN – Arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Balikpapan, diprediksi mengalami peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan, terutama pada lintasan Kariangau–Penajam.
Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Kariangau dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat BPTD Kelas II Kalimantan Timur, Karolus Makin, mengatakan jumlah penumpang di lintasan tersebut diperkirakan meningkat hingga 29 persen dibandingkan periode normal.
“Prediksi statistik penumpang untuk lintasan Kariangau–Penajam mengalami peningkatan sekitar 29 persen, sementara kendaraan diperkirakan naik sekitar 2 persen,” ujar Karolus.
Selain itu, pada lintasan antarprovinsi Balikpapan–Mamuju, jumlah penumpang juga diprediksi meningkat sekitar 25 persen selama periode mudik tahun ini.
Karolus menjelaskan, puncak arus mudik di penyeberangan Balikpapan–Penajam diperkirakan terjadi pada 19–20 Maret 2026 , sedangkan arus balik diprediksi terjadi pada 22–23 Maret 2026.
17 Kapal Disiapkan
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, operator penyeberangan menyiapkan 17 kapal feri di lintasan Kariangau–Penajam. Dari jumlah tersebut, 12 kapal beroperasi selama 24 jam, sementara 5 kapal disiagakan sebagai cadangan jika terjadi penumpukan kendaraan di area parkir pelabuhan.
“Untuk lintasan Kariangau–Penajam tersedia 12 kapal yang beroperasi setiap hari dan lima kapal cadangan jika dibutuhkan untuk mengurai antrean kendaraan,” kata Karolus.
Sementara itu, untuk lintasan antarprovinsi Balikpapan–Mamuju disiapkan satu kapal feri yang melayani penumpang dan kendaraan.
Dalam satu kali pelayaran, kapal feri di lintasan Kariangau–Penajam rata-rata mampu mengangkut 50 unit sepeda motor, 15–20 mobil pribadi, serta 150–250 penumpang.
Sedangkan untuk lintasan Balikpapan–Mamuju, kapasitas kapal mencapai 800–900 penumpang, 150–300 sepeda motor, dan 20–30 mobil pribadi dalam satu kali perjalanan.
Posko Mudik Dibuka 13 Maret
Kementerian Perhubungan juga menyiapkan posko gabungan arus mudik di kawasan pelabuhan yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Jumat, 13 Maret 2026.
Selama musim mudik, setiap kapal di lintasan Kariangau–Penajam diperkirakan melakukan 7–8 trip per hari untuk melayani pergerakan masyarakat.
Sistem pembelian tiket di pelabuhan juga telah menggunakan metode non-tunai, antara lain melalui QRIS, kartu uang elektronik TapCash, Brizzi, serta kartu debit.
Jika terjadi peningkatan volume kendaraan, pengelola pelabuhan juga akan menambah loket kendaraan guna mempercepat proses antrean.
Jalan Tol IKN Bantu Urai Kepadatan di Pelabuhan
Karolus menambahkan, keberadaan Jalan Tol IKN, yang dibuka untuk umum selama periode mudik Lebaran dinilai membantu mengurai kepadatan kendaraan di pelabuhan, karena masyarakat memiliki alternatif jalur selain menggunakan kapal feri.
“Kami sangat mendukung adanya Jalan Tol IKN sehingga masyarakat bisa memilih moda atau akses perjalanan sesuai biaya dan waktu,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman dalam dua tahun terakhir menunjukkan keberadaan Jalan Tol IKN cukup membantu kelancaran arus transportasi saat momen besar seperti Natal, Tahun Baru, Lebaran, maupun kegiatan Haul Guru Sekumpul.
