KUKAR — Warga negara Malaysia, Wong Sie Tuong (65), ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Patek, Desa Umaq Bekuay, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Minggu (23/11/2025) sore. Jenazah ditemukan tim gabungan setelah tiga hari pencarian pada jarak sekitar 15 kilometer dari titik awal kecelakaan.
Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda, mengatakan Wong, warga Serawak yang bekerja sebagai karyawan PT Cahaya Riski Persada, hilang sejak Kamis (20/11/2025) malam. Ia mengalami kecelakaan saat melintasi jembatan hauling milik KUD Beringin Mulia di KM 32, yang berada di atas Sungai Patek.
Kronologi Kejadian
Pada Kamis malam, Wong mengemudikan Toyota Hilux KT 8689 NO bersama rekannya, Hardie alias Amat, menuju base camp KM 35 dalam kondisi hujan deras. Mereka sempat berpapasan dengan dua rekan kerja lain, Ahmad Ribut Maulana dan Sarbani.
Saat melintasi Sungai Patek di KM 32, debit air meningkat tajam. Wong diduga tetap menerobos aliran sungai dan mobilnya mogok di tengah arus sebelum terseret. Maulana berusaha menolong, namun arus deras membuat upaya penyelamatan gagal.
“Keesokan paginya, mobil korban ditemukan dalam kondisi terbalik dan rusak berat sekitar 100 meter dari lokasi terakhir,” ujar Roganda.
Operasi Pencarian
Pencarian dilakukan sejak laporan diterima dengan melibatkan puluhan personel gabungan. Tim dibagi dua:
Tim pertama menyusuri jalur dari KM 32 ke arah hilir, melibatkan Polres Kukar, Polsek Tabang, BKO Polsek Kembang Janggut, Sat Reskrim, Sat Polair, INAFIS, Basarnas Kaltim, BPBD Kukar, Koramil Tabang, Damkar, dan relawan.
Tim kedua bergerak dari muara Sungai Patek ke arah hulu dipimpin warga setempat bernama Jus bersama Polsek Tabang, Polair, dan Koramil Tabang.
Penyisiran dimulai pukul 09.00 WITA menggunakan longboat, perahu ces, mobil operasional, serta akses jalur perusahaan untuk menjangkau area terpencil.
Identifikasi Korban
Jenazah Wong dievakuasi ke RS Bhayangkara Balikpapan untuk pemeriksaan. Kabiddokkes Polda Kaltim, Kombes Pol dr. drg. Nelson Situmorang, mengatakan identifikasi dilakukan menggunakan metode Disaster Victim Identification (DVI) dengan mencocokkan data antemortem keluarga dan data postmortem.
“Tidak ditemukan tanda kekerasan maupun unsur pidana. Tidak ditemukan juga penyakit menular,” kata Nelson, Senin (24/11/2025) malam.
Empat anggota keluarga memberikan data antemortem, termasuk ciri fisik seperti tahi lalat di daun telinga kiri, sejumlah tahi lalat di punggung, bekas luka di bahu kanan, dan implan gigi palsu. Keterangan dokter pemasang implan dari Malaysia turut memperkuat identifikasi.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan dua data identik yang sangat kuat, yaitu implant gigi palsu di rahang atas kanan dan tahi lalat di daun telinga kiri. Secara ilmiah kami menyatakan jenazah tersebut adalah Mr. Wong Sie Tuong,” ujar Nelson.
Meski begitu, penyebab pasti kematian belum dapat ditentukan. “Apakah korban wafat akibat benturan saat kecelakaan atau karena tenggelam masih akan didalami Polres Kukar,” katanya.
Baca juga :
