• Berita
  • Korban Tenggelam di Sungai Kandilo Ditemukan Meninggal Dunia
Berita

Korban Tenggelam di Sungai Kandilo Ditemukan Meninggal Dunia

Korban tenggelam di Sungai Kandilo, Paser, ditemukan meninggal dunia sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian setelah pencarian intensif.

Proses pencarian intenstif yang dilakukan tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Korban Saipullah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Kandilo, Sabtu (7/2/2026) kemarin. (Foto : Polres Paser)

PASER – Korban tenggelam di Sungai Kandilo, Desa Busui, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, akhirnya ditemukan meninggal dunia. Saipullah (20), pekerja PT Argo City Kaltim, ditemukan pada Sabtu (7/2/2026) , sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian.

Plh Kapolsek Batu Sopang Ipda Dadang Danu membenarkan penemuan jenazah korban pada pukul 10.00 WITA setelah dilakukan pencarian intensif.

“Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan bersama masyarakat, korban ditemukan sekitar satu kilometer dari titik awal kejadian,” ujar Ipda Dadang Danu.

Proses pencarian telah dilakukan sejak Kamis sore dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Balikpapan, Unit Rescue PT Kideco Jaya Agung, Polsek Batu Sopang, TNI, BPBD Kabupaten Paser, Polairud, serta masyarakat setempat.

Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Desa Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan pemeriksaan medis maupun autopsi dan memilih tidak melanjutkan proses hukum.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan. Warga juga diminta segera melapor melalui call center Polri 110 apabila terjadi peristiwa serupa.

Kronologi Hilangnya Saipullah

Peristiwa tenggelamnya seorang pekerja harian dari PT Agro City Kaltim terjadi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 11.00 WITA, saat korban yang bernama Saipullah, seorang pekerja dari PT Agro City Kaltim, mencoba menyeberangi Sungai Kandilo dengan berenang bersama rekannya Sahradi.
Namun, korban terpisah dari rekannya dan terbawa arus sungai yang cukup deras.
Tim SAR bersama instansi terkait seperti BPBD, Damkar, TNI, dan beberapa unit dari perusahaan swasta segera turun ke lapangan untuk melakukan pencarian.
Kronologi kejadian berawal ketika korban dan saksi beserta dua rekan lainnya sedang melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon meranti di Hutan Lindung Desa Busui. Setelah selesai, mereka berencana kembali ke mess, namun korban nekat menyeberang sungai dengan berenang, sementara perahu sudah disediakan oleh perusahaan. Pada saat berada di tengah sungai, korban terhanyut dan meminta tolong, namun upaya penyelamatan terhambat karena kondisi arus yang sangat deras.
Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar