BALIKPAPAN – Ratusan calon jemaah haji asal Kota Balikpapan resmi memulai rangkaian manasik sebagai bekal persiapan menuju Tanah Suci. Terhitung sejak Senin (30/3/2026), para jemaah berkumpul di Asrama Haji Balikpapan, Kelurahan Manggar, untuk mengikuti bimbingan intensif yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari ke depan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Balikpapan, Suharto Baijuri, memberikan kepastian penting di tengah dinamika global saat ini. Ia menegaskan bahwa situasi geopolitik di Timur Tengah tidak memengaruhi jadwal perjalanan ibadah haji tahun ini.
“Pemerintah telah memutuskan bahwa tidak ada penundaan. Seluruh jemaah haji akan tetap diberangkatkan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya,” tegas Suharto di sela pembukaan manasik, Senin.
Mengingat kepastian tersebut, Suharto mengimbau para tamu Allah ini untuk mengikuti seluruh materi bimbingan dengan sungguh-sungguh. Selain pemahaman rukun ibadah, ketahanan fisik menjadi poin krusial yang ditekankan pihak kementerian.
Suharto mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah fisik yang menuntut stamina prima. Ia menyarankan jemaah untuk mulai disiplin menjaga pola makan, rutin berolahraga ringan, serta mengatur waktu istirahat dengan baik. “Targetnya, saat hari keberangkatan tiba, kondisi kesehatan jemaah benar-benar siap untuk beribadah,” tambahnya.
Distribusi Bimbingan di Enam Kecamatan
Data Kemenhaj mencatat sebanyak 685 peserta mengikuti rangkaian manasik kali ini, termasuk unsur petugas pendamping. Setelah pembukaan secara kolektif di tingkat kota, bimbingan akan dilanjutkan secara lebih spesifik di tingkat kecamatan.
“Proses manasik nantinya akan terbagi ke dalam enam kecamatan. Kami telah menyiapkan narasumber berkompeten di tiap wilayah tersebut,” jelas Suharto.

Perhatian Ekstra untuk Jemaah Lansia
Profil jemaah asal Balikpapan tahun ini menunjukkan keberagaman usia yang cukup mencolok. Sekitar 20 persen dari total peserta masuk dalam kategori lanjut usia (lansia). Tercatat, jemaah tertua tahun ini telah menginjak usia 81 tahun, sementara jemaah termuda baru menginjak usia 17 tahun.
Suharto memastikan bahwa seluruh urusan administrasi jemaah telah rampung. Kini, fokus utama dialihkan pada pendampingan khusus bagi kelompok lansia, terutama yang berkaitan dengan kesiapan fisik dan tata cara ibadah yang memudahkan.
Bimbingan khusus ini diharapkan dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi para lansia selama menjalani proses manasik hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi nantinya.
