• Berita
  • Hujan Deras Guyur Kawasan IKN, 129 Warga Desa Sukaraja Terdampak Banjir
Berita

Hujan Deras Guyur Kawasan IKN, 129 Warga Desa Sukaraja Terdampak Banjir

Hujan deras memicu banjir di Desa Sukaraja, kawasan IKN. Sebanyak 41 rumah terendam dan 129 warga terdampak. BPBD desak normalisasi sungai.

Banjir setinggi nyaris satu meter menerjang Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, PPU, Minggu (11/1/2026) pagi. (Foto : BPBD PPU)

PENAJAM PASER UTARA — Sebanyak 41 rumah di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terendam banjir akibat luapan sungai pada Minggu (11/1/2026) dini hari. Wilayah yang masuk dalam kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut terdampak setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari empat jam.

​Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, M. Sukadi Kuncoro, mengungkapkan bahwa air mulai masuk ke pemukiman warga di RT 24 dan RT 25 sekitar pukul 04.00 WITA.

​”Banjir dipicu hujan deras sejak pukul 03.00 hingga 07.00 WITA yang menyebabkan daerah aliran sungai meluap. Total ada 129 jiwa dari 41 kepala keluarga yang terdampak,” ujar Kuncoro dalam keterangan resminya, Minggu sore.

​Berdasarkan data BPBD, Tinggi Muka Air (TMA) di halaman rumah warga sempat mencapai 50 hingga 80 sentimeter, sementara air yang masuk ke dalam rumah berkisar 10 hingga 15 sentimeter. Di RT 24, tercatat 7 rumah terdampak, sedangkan di RT 25 jumlahnya mencapai 34 rumah.

​Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebenarnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Sabtu malam dan Minggu dini hari terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Sepaku.

​Sebagai langkah penanganan, BPBD PPU telah menerjunkan tim untuk melakukan pendataan dan koordinasi di lapangan. Meski air dilaporkan mulai surut secara perlahan pada Minggu pagi, Kuncoro menegaskan perlunya langkah preventif jangka panjang.

​”Kami merekomendasikan percepatan normalisasi aliran sungai serta pembangunan jembatan darurat di RT 25 untuk mengurangi risiko banjir susulan,” tambahnya.

​Terkait hal tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) dijadwalkan melakukan normalisasi di empat titik rawan tahun ini, meliputi Desa Sukaraja, Tengin Baru, Karang Jinawi, dan Argo Mulyo. Namun, sejumlah titik seperti area Pasar Sukaraja dan Kelurahan Mentawir dilaporkan belum masuk dalam agenda normalisasi tersebut.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar