Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 08.00 WIB, korban jiwa ditemukan di bawah reruntuhan Gedung Koni, Lapangan Olahraga Sario, Kota Manado. Tim gabungan bersama warga sekitar telah mengevakuasi korban dalam kondisi tidak bernyawa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, terjadi kerusakan berdasarkan laporan perkembangan kaji cepat di lapangan.
“Hingga pukul 08.00 WIB, kerusakan infrastruktur teridentifikasi pada satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan,” kata Abdul dalam keterangan resmi.
Guncangan hebat yang berlangsung selama 10 hingga 20 detik tersebut memicu kepanikan. Warga di Kota Bitung dan Kota Ternate dilaporkan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Peringatan Tsunami dan Gempa Susulan
Gempa ini turut memicu tsunami dengan ketinggian di bawah satu meter di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Berdasarkan pantauan, berikut adalah level ketinggian tsunami yang tercatat:
- Minahasa Utara: 0,75 meter
- Belang: 0,68 meter
- Sidangoli: 0,35 meter
- Halmahera Barat: 0,3 meter
- Bitung: 0,2 meter
.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa gelombang pertama bukanlah yang terbesar dan waktu tiba gelombang bisa berbeda di tiap lokasi.
Hingga pukul 06.50 WIB, telah terjadi 11 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan terbesar M 5,5. Namun, BMKG memastikan gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.
Imbauan BNPB kepada Masyarakat
Abdul Muhari meminta masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk tetap tenang namun waspada.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera menjauhi area pantai dan muara sungai. Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi jika merasakan guncangan kuat atau menerima peringatan resmi,” ujarnya.
Masyarakat diminta untuk membantu proses evakuasi kelompok rentan (lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas). Selain itu, warga perlu memastikan diri menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Di tengah situasi seperti ini, warga dianjurkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Saat ini, kata Abdul, BPBD setempat masih terus melakukan pendataan dan asesmen di lapangan.
Informasi mengenai dampak kerusakan dan perkembangan situasi akan diperbarui secara berkala oleh pemerintah pusat.
Baca juga:
