SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Perhubungan menegaskan sektor transportasi memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas harga barang dan kelancaran distribusi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Yusliando, mengatakan kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan barang sekaligus menekan potensi kenaikan harga selama periode Lebaran.
“Transportasi merupakan urat nadi distribusi barang dan jasa. Kelancaran sistem transportasi sangat mempengaruhi stabilitas ekonomi dan inflasi daerah,” ujar Yusliando dalam paparan terkait peran transportasi dalam mendukung sinergi stabilisasi harga melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, Samarinda, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026, diperlukan komunikasi, kolaborasi, sinergi, koordinasi, dan aksi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan penyelenggaraan angkutan Lebaran yang aman, selamat, tertib, dan lancar.
Pada sektor transportasi darat, sejumlah terminal di Kalimantan Timur disiapkan untuk mendukung mobilitas penumpang. Terminal tipe A seperti Terminal Batu Ampar dan Terminal Samarinda Seberang melayani rute antarkota antarprovinsi (AKAP), termasuk rute Samarinda–Banjarmasin serta Balikpapan–Banjarmasin.
Sementara itu, terminal tipe B yang dikelola Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim melayani rute antarkota dalam provinsi (AKDP), seperti Samarinda–Balikpapan, Samarinda–Bontang, Samarinda–Sangatta hingga Penajam–Tanah Grogot.
Selain angkutan reguler, layanan transportasi juga didukung angkutan sewa khusus yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain 306 unit di Samarinda, 614 unit di Balikpapan, serta puluhan unit di Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Paser.
Pada sektor transportasi laut, beberapa pelabuhan utama seperti Pelabuhan Semayang Balikpapan, Pelabuhan Samarinda, dan Pelabuhan Bontang telah menyiapkan armada kapal untuk melayani mobilitas penumpang selama periode Lebaran.
Di jalur transportasi sungai, Dermaga Sungai Kunjang dan Dermaga Pasar Pagi di Samarinda juga menjadi simpul penting transportasi masyarakat. Dari dermaga tersebut tersedia berbagai rute menuju wilayah pedalaman seperti Melak, Long Bagun, Long Iram, hingga Muara Pahu.
Sementara itu, sektor transportasi udara juga menjadi penopang utama mobilitas masyarakat. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan melayani berbagai rute domestik dan internasional dengan runway sepanjang 2.500 meter serta dilengkapi 11 garbarata.
Adapun Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda melayani penerbangan domestik seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Berau, serta penerbangan perintis menuju wilayah terpencil seperti Maratua, Datah Dawai, Long Apung, dan Muara Wahau.
Yusliando menambahkan, untuk memastikan keselamatan selama masa Angkutan Lebaran, Dinas Perhubungan Kaltim juga melakukan berbagai langkah pengawasan.
“Di antaranya ramp check kendaraan angkutan umum, pemeriksaan fasilitas keselamatan, serta monitoring kapal sesuai standar operasional prosedur,” jelasnya.
Selain itu, Dishub juga memasang spanduk di titik rawan kecelakaan, membagikan life jacket, serta melakukan sosialisasi keselamatan kepada operator dan pengguna transportasi.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap sistem transportasi yang terintegrasi dan aman dapat mendukung kelancaran arus mudik sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri 2026.
