BALIKPAPAN – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim mulai mengerjakan pembangunan pile slab di ruas Samboja–IKN (Sepaku) KM 9+500 untuk memperbaiki badan jalan yang longsor pada akhir 2024. Pekerjaan dimulai sejak akhir Oktober dan ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 PJN Wilayah I Kaltim, Taufiq Ramadhan, menjelaskan struktur pile slab yang dibangun memiliki desain menyerupai jembatan dan akan menggantikan badan jalan lama yang labil. Lokasinya berada sekitar 200–300 meter sebelum jembatan bailey yang saat ini digunakan sebagai jalur sementara.
“Segmen ini pernah ditangani dengan pile slab juga. Bentuknya akan mirip seperti itu,” ujarnya.
Panjang konstruksi mencapai 75 meter. Pekerjaan dilakukan bertahap karena ruas tersebut merupakan akses utama menuju Sepaku dan Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga tidak boleh ditutup total. Rekayasa lalu lintas diterapkan dengan sistem buka-tutup.
Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada sisi kiri jalur dari Samboja menuju Sepaku. Setelah struktur mencapai umur beton yang cukup, jalur akan dibuka satu arah untuk kendaraan. Selanjutnya jembatan bailey dibongkar dan disambungkan dengan struktur baru.
“Karena sifatnya preservasi, jalan tidak boleh ditutup total. Metodenya harus memastikan lalu lintas tetap berjalan sambil konstruksi berlangsung,” kata Taufiq.
Ia menargetkan jalur sisi kiri dapat dibuka untuk lalu lintas pada pertengahan Februari 2026, jika tidak ada hambatan teknis. Tantangan terbesar, menurutnya, adalah kondisi tanah dan cuaca yang hanya bisa dipastikan setelah pengeboran dimulai.
Struktur pile slab mencakup dua abutmen dan sembilan pile head, dengan total 52 titik bor. Pekerjaan masuk dalam paket preservasi multi-years 2025–2026 dengan nilai kontrak Rp14,2 miliar.
BBPJN Kaltim juga mengimbau pengguna jalan, terutama kendaraan besar, agar mematuhi pembatasan melintas di jembatan bailey. “Jika kendaraan besar dengan lebar lebih dari 4,5 meter dan bobot lebih dari 30 ton memaksa lewat, itu berbahaya karena bisa menyenggol bailey. Bisa putus, dan lalu lintas justru terganggu total,” tegas Taufiq.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas potensi gangguan lalu lintas selama pelaksanaan konstruksi. “Kami mohon kesabaran masyarakat. Pekerjaan ini untuk memastikan lalu lintas ke depan lebih lancar dan aman,” ujarnya.
Baca juga :
