• Berita
  • 96 Hektare Lahan di Balikpapan Berpotensi Jadi Sawah Baru
Berita

96 Hektare Lahan di Balikpapan Berpotensi Jadi Sawah Baru

Pemkot Balikpapan mengajukan usulan pencetakan lahan sawah baru ke pemerintah pusat untuk mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah.

Ilustrasi petani menanam padi. Pemkot Balikpapan minta dukungan pusat untuk mencetak sawah baru. (Foto : iStock/TommyIX)

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengusulkan pencetakan lahan sawah baru kepada pemerintah pusat. Langkah ini diambil untuk mengatasi ketergantungan pangan dari luar daerah yang saat ini mencapai 85-90 persen.

Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, dalam kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Pangan ke Kota Minyak tersebut. “Kita berusaha mengurangi ketergantungan kebutuhan pangan dari luar daerah,” tegas Bagus.

Saat ini, luas areal persawahan yang aktif di Balikpapan hanya 27 hektare dari total potensi 96 hektare. Sebagian area yang ada telah memiliki saluran irigasi, namun belum menjangkau secara menyeluruh. “Kami mendorong ekstensifikasi (perluasan) sawah sebagai solusi ketahanan pangan,” ujarnya.

Selain pencetakan lahan baru, diperlukan juga rehabilitasi pada 14 hektare sawah yang sudah ada. Sisanya, seluas 96 hektare, masih berupa hutan dan berlokasi di Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.

Di sisi lain, Asisten Deputi Stabilitas Harga Pangan Kemenko Pangan RI, Mohamad Siradj Parwito, mencatat sejumlah usulan dari kunjungan tersebut. “Kami akan laporkan, nanti pembinanya ekstensifikasi sawah dari Kementerian Pertanian,” janji Siradj.

Tak hanya soal sawah, Pemkot Balikpapan juga mengusulkan pemberlakuan Harga Eceran Tertinggi (HET) khusus di luar tiga zona yang berlaku, mengingat harga jual di Balikpapan kerap lebih tinggi. Usulan lainnya adalah pengembangan food station di bawah ID FOOD untuk memperkuat pasokan ke ritel modern.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Bagus menegaskan ketersediaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) aman. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan terjaga dan harga tidak bergejolak berkat Satgas Pengendali Inflasi Daerah,” pungkasnya.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar