• Pariwara
  • Program Wifi Gratis Terkendala Listrik, Syarifatul Dorong Solusi Energi Alternatif di Wilayah Terpencil
Pariwara

Program Wifi Gratis Terkendala Listrik, Syarifatul Dorong Solusi Energi Alternatif di Wilayah Terpencil

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, komitmen menghadirkan wifi gratis perlu dukungan infrastruktur dasar.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah

SAMARINDA – Program perluasan akses internet gratis di Kalimantan Timur melalui inisiatif Gratispoll menjadi langkah progresif Pemerintah Provinsi Kaltim dalam menghadirkan layanan digital merata. Namun, implementasi program ini masih dihadapkan pada kendala serius, terutama di wilayah yang belum memiliki akses listrik.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, menyatakan bahwa komitmen untuk menghadirkan wifi gratis tetap kuat, namun perlu dukungan infrastruktur dasar agar program benar-benar menjangkau seluruh desa.

“Memang program wifi gratis akan menyasar seluruh kampung dan desa. Tapi realitanya, ada tantangan besar di daerah yang belum teraliri listrik,” jelasnya pada 12 Juni 2025.

Subandi: Jalan ke APT Pranoto Harus Masuk Skala Prioritas

Sebagai legislator dari Dapil Berau, Kutim, dan Bontang, ia mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Berau, terutama daerah kepulauan, masih mengalami blank spot. Namun, menurutnya, kendala utama bukan pada sinyal, melainkan pada ketiadaan aliran listrik yang membuat perangkat jaringan tidak bisa berfungsi.

“Seringkali dianggap tidak ada jaringan, padahal persoalannya adalah tidak adanya pasokan listrik. Jadi sumber daya listrik adalah prasyarat utama sebelum bicara soal konektivitas digital,” tegasnya.

Ia menyebut bahwa banyak daerah di kepulauan belum bisa dijangkau oleh layanan PLN karena medan dan lokasi yang sulit. Oleh karena itu, pihaknya tengah mempertimbangkan alternatif energi, seperti pembangkit mikro hidro atau panel surya, untuk mengatasi hambatan tersebut.

“Kalau PLN belum bisa masuk, maka kita perlu mencari solusi energi terbarukan yang memungkinkan wifi tetap bisa menjangkau wilayah-wilayah itu,” lanjutnya.

Guntur Desak Perusahaan Bayar Pajak Kendaraan ke Kaltim

Syarifatul menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur digital dan listrik di Berau sebagai salah satu daerah unggulan sektor pariwisata Kaltim. Menurutnya, tanpa dukungan infrastruktur yang layak, potensi wisata akan sulit berkembang maksimal.

“Berau itu daerah wisata. Jadi tak mungkin kita biarkan infrastruktur pendukung seperti listrik dan internet tertinggal. Ini menjadi kebutuhan mendasar,” jelasnya.

Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur secara bertahap, demi mendukung konektivitas dan kemajuan ekonomi lokal, terutama di sektor pariwisata.

“Memang tak bisa sekaligus selesai, tapi paling tidak ada progres nyata tiap tahun. Itulah yang sedang kita dorong,” tutupnya.

Picture of DPRD Kaltim
DPRD Kaltim
Artikel kerja sama DPRD Kaltim dengan ProPublika.id.
Bagikan
Berikan Komentar