SAMARINDA — Rencana pembangunan Jalan Tol Samarinda–Bontang yang dikabarkan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2025–2029, disambut antusias oleh Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Arfan.
Proyek infrastruktur besar ini disebut akan menelan anggaran sekitar Rp 15 triliun dan dinilai menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya warga Kota Bontang dan daerah sekitarnya. Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bontang, Kutai Timur, dan Berau, Arfan menyampaikan rasa syukurnya atas rencana besar Pemprov Kaltim tersebut.
“Ya kita patut bersyukur. Apalagi saya dari dapil sana, sering sekali melewati jalan poros yang saat ini kondisinya rusak dan harus sangat hati-hati,” ujarnya pada 16 Juni 2025.
Minimnya Kesiapan Daerah di Kaltim Jalankan Sekolah Rakyat, Darlis Dorong Peran Aktif Pemprov
Menurutnya, meskipun jalan poros tersebut kerap diperbaiki, namun kerusakan selalu terulang karena intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari.
“Tahun-tahun sebelumnya sudah sempat bagus, tapi sekarang kembali rusak lagi,” jelasnya.
Arfan juga menyoroti persoalan kecelakaan tunggal yang kerap terjadi pada kendaraan besar di sepanjang jalur tersebut, yang selain membahayakan pengguna jalan, juga kerap menimbulkan kemacetan.
Penutupan RSHD Disesalkan, Darlis Minta Pemprov Segera Cari Solusi Konkret
Dengan terealisasinya proyek Tol Samarinda–Bontang, Arfan menilai efisiensi perjalanan akan meningkat signifikan, terutama bagi dirinya yang rutin melintasi jalur tersebut untuk bertemu konstituen maupun menjalankan tugas di Karang Paci.
“Kalau jalan tol sudah jadi, pastinya perjalanan ke dapil bisa lebih cepat dan waktu lebih efisien,” tutupnya.
