SOLO – Persipal FC menjalani laga kandang pekan ke-20 Pegadaian Championship 2025/26 dengan menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (23/2/2026) pukul 20.30 WIB, bukan di Stadion Gawalise Palu.
Pada momen Ramadan, Persipal untuk sementara berstatus musafir dengan home base di Kota Solo. Situasi ini terjadi di tengah posisi tim yang masih terpuruk di dasar klasemen dan membutuhkan tambahan poin untuk keluar dari ancaman degradasi.
Hingga pekan ke-19, Persipal baru mengoleksi enam poin hasil enam kali imbang dan 13 kekalahan. Bersama Sriwijaya FC, Persipal menjadi dua tim yang belum meraih kemenangan di Pegadaian Championship 2025/26.
Di sisi lain, Persiba juga belum sepenuhnya aman. Tim asal Balikpapan itu berada di peringkat kedelapan dengan 15 poin, jumlah yang sama dengan PSIS Semarang di posisi kesembilan.
Pelatih Persipal, Andhika Mulia, menegaskan laga ini menjadi penentuan nasib timnya untuk bertahan di Liga 2 musim depan.
“Untuk laga nanti, yang jelas ini adalah laga hidup-mati kita agar dapat bertahan di kasta Liga 2 musim depan. Kami optimistis bisa mencatat kemenangan untuk dapat bertahan,” ujar Andhika.
Ia memastikan timnya tidak mengalami kendala adaptasi di Stadion Sriwedari karena sudah dua kali tampil di venue tersebut saat menghadapi Kendal Tornado FC pada pekan ke-16 dan ke-19.
“Yang jelas kita sudah bertanding di stadion ini beberapa kali. Tidak ada masalah dengan adaptasi. Tinggal bagaimana anak-anak menjalankan instruksi dengan baik di pertandingan nanti,” tegasnya.
Andhika juga memohon dukungan masyarakat Palu. “Tentu Persipal mohon doa restu dari masyarakat Palu. Semoga laga nanti dapat hasil terbaik,” ucapnya.
Musim ini, Persipal dan Persiba telah dua kali bertemu. Persipal kalah 2-3 pada pekan kedua di Balikpapan dan bermain imbang 1-1 pada pekan ke-11 di Palu. Persipal mengklaim telah mempelajari kekuatan lawan yang sama-sama berupaya menjauh dari zona degradasi.
