KUDUS – Catatan impresif Kendal Tornado FC akhirnya terhenti pada pekan ke-23 Pegadaian Championship 2025/2026. Melakoni laga tandang ke Stadion Wergu Wetan, Sabtu (4/4/2026), tim berjuluk Laskar Badai Pantura itu dipaksa menyerah 0-1 oleh tuan rumah Persiku Kudus.
Gol tunggal kemenangan tim berjuluk Macan Muria tersebut dicetak oleh striker andalan, Igor Costa, pada menit ke-53. Hasil ini memutus rekor tujuh laga beruntun tak terkalahkan milik Kendal Tornado FC yang sebelumnya mengemas empat kemenangan dan tiga hasil imbang.
Kekalahan ini membuat posisi Kendal Tornado FC tertahan di peringkat ke-4 klasemen sementara Grup 2 (Grup Timur) dengan koleksi 41 poin. Mereka gagal memangkas jarak dengan PSS Sleman yang masih kokoh di puncak klasemen dengan 49 poin.
Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, mengakui kekecewaannya atas hasil ini, meski menganggap kekalahan sebagai hal yang wajar dalam sepak bola. Ia menilai anak asuhnya tampil tidak maksimal dan kalah dalam aspek konsentrasi.
“Kita lengah dan tidak bisa memaksimalkan pertandingan untuk meraih tiga poin. Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi kami sebelum menghadapi Persiba Balikpapan di laga selanjutnya,” ujar Stefan usai pertandingan.
Stefan juga memberikan apresiasi terhadap motivasi tinggi Persiku Kudus yang tengah berjuang menjauh dari zona degradasi. Menurutnya, dukungan suporter tuan rumah memberikan energi tambahan bagi pemain lawan.
“Mereka memaksimalkan laga kandang dengan semangat juang tinggi. Kami kalah semangat dan konsentrasi dari mereka. Itu hal yang normal dalam atmosfer pertandingan seperti ini,” tambahnya.
Kendati kalah, pelatih asal Surabaya tersebut tetap memuji kerja keras skuatnya yang mayoritas dihuni pemain muda eks Liga 3. Ia optimistis timnya akan belajar banyak dari hasil minor ini.
“Semua tahu posisi kami di antara empat tim papan atas saat ini. Dari segi materi pemain dan tradisi, kami adalah tim baru. Pemain akan banyak belajar dari hasil ini untuk tampil lebih matang ke depannya,” pungkas Stefan.
