SLEMAN – PS Sleman akan menjamu PSIS Semarang pada laga pekan ke-15 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (10/1/2026), dengan kickoff pukul 15.30 WIB. Laga ini menjadi momentum bagi PSS untuk kembali ke jalur kemenangan setelah menelan kekalahan pada pertandingan sebelumnya.
Pada pekan ke-14, PSS harus mengakui keunggulan Kendal Tornado FC dengan skor 1-2 saat bertanding di Stadion Sriwedari, Solo. Kekalahan tersebut membuat jarak poin PSS dengan PS Barito Putera di puncak klasemen melebar menjadi empat poin.
Selain itu, posisi PSS di klasemen juga belum sepenuhnya aman. Jarak poin dengan Persipura Jayapura yang berada di peringkat ketiga kini hanya terpaut satu poin. Jika kembali gagal meraih poin, PSS berpotensi disalip Persipura yang dijadwalkan melakoni laga tandang ke markas Persiba pada Senin (12/1/2026).
Menjelang laga melawan PSIS, kondisi tim PSS tidak sepenuhnya ideal. Pelatih kepala Ansyari Lubis dipastikan absen mendampingi tim dari sisi lapangan akibat sanksi akumulasi kartu kuning. Dua kartu kuning tersebut didapat saat laga tandang kontra Persiku pada putaran pertama dan pertandingan melawan Kendal Tornado FC pada Senin (5/1/2026).
Asisten pelatih PSS Sleman, Gilang Ramadan, memastikan absennya Ansyari tidak memengaruhi kesiapan tim. Ia menegaskan kondisi Super Elang Jawa tetap siap menghadapi PSIS.
“Untuk persiapan, walaupun mungkin dua atau tiga hari ini terbilang mepet, tapi kondisi tim PSS dipastikan siap untuk pertandingan lawan PSIS. Mengenai ada beberapa pemain yang cedera ataupun tidak bisa main, kita masih ada opsi pemain lain yang bisa diturunkan,” kata Gilang Ramadan.
Gilang menjelaskan, tim pelatih saat ini memberi perhatian khusus pada dua aspek utama, yakni upaya mencetak gol lebih cepat dan menjaga konsistensi performa permainan. Meski performa PSS di putaran kedua dinilai cukup baik, evaluasi tetap dilakukan, terutama pada menit-menit awal pertandingan.
Dalam lima laga putaran kedua, PSS tercatat belum pernah mencetak gol sebelum menit ke-30 babak pertama. Menurut Gilang, hal itu dipengaruhi oleh kurangnya fokus di awal laga.
“Itu jadi bahan evaluasi utama, baik bagi tim pelatih maupun seluruh pemain, agar fokus sejak awal laga dapat terus ditingkatkan. Bagaimana caranya kita bermain fight dari kickoff, dari menit awal kita harus fight,” ujarnya.
Meski mencatatkan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dalam lima laga terakhir, Gilang menilai masih ada aspek teknis yang perlu dibenahi, khususnya konsistensi menjaga struktur permainan saat transisi dari menyerang ke bertahan.

PSIS Datang dengan Modal Kemenangan
Di kubu lawan, PSIS Semarang datang ke Sleman dengan kepercayaan diri meningkat. Tim berjuluk Mahesa Jenar itu membawa energi baru dengan kehadiran sekitar 12 pemain anyar, termasuk pemain asing dan pemain naturalisasi.
Tim asuhan Jafri Sastra juga sedang dalam tren positif setelah meraih kemenangan 2-0 atas Persipal FC pada laga terakhir di Semarang. Hasil tersebut membawa PSIS keluar dari posisi juru kunci Grup 2 atau Grup Timur.
Saat ini, PSIS menempati peringkat ke-9 klasemen sementara dengan koleksi delapan poin, setara dengan Persiku Kudus di posisi ke-8. Sementara posisi terbawah dihuni Persipal FC dengan enam poin.
“Alhamdulillah kami sudah siap, tinggal bagaimana kami memfasilitasi agar anak-anak tetap fit sampai pertandingan nanti,” kata pelatih PSIS, Jafri Sastra.
Jafri menyebut proses adaptasi para pemain baru berjalan cukup baik karena sudah bergabung dalam latihan selama dua pekan terakhir. “Mereka sudah ikut proses latihan dan juga menyaksikan pertandingan kami sebelumnya. Jadi untuk proses adaptasi tidak terlalu sulit, karena mereka juga pemain profesional,” ujarnya.
Namun, Jafri belum dapat memastikan seluruh pemain anyar bisa diturunkan saat menghadapi PSS. Ia menyebut kepastian terkait regulasi dan pengesahan pemain baru baru akan diketahui menjelang pertandingan.
“Yang pasti untuk pemain baru kami sudah siapkan. Tapi memang harus menunggu pengesahan, setelah itu baru bisa dipastikan,” ucapnya.
Menghadapi PSS, Jafri mengakui tuan rumah memiliki kekuatan yang solid. “Sleman tim yang punya materi pemain bagus. Mereka punya ambisi besar untuk naik ke kasta tertinggi. Secara posisi klasemen juga mereka di atas kami,” katanya.
Meski demikian, Jafri menegaskan PSIS tetap datang dengan target meraih poin. “Kalau target besar tentu tidak mungkin mengejar ke atas lagi. Yang realistis saat ini adalah bagaimana PSIS bisa bertahan dulu. Setelah itu baru dibicarakan rencana ke depan,” ujarnya.
