BALIKPAPAN – Kontingen Berau tampil dominan dan keluar sebagai juara umum cabang olahraga judo pada Popda Kaltim XVII/2025 yang digelar di Balikpapan Tennis Stadium (BTS). Berau tercatat membawa pulang lima medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Prestasi ini juga melampaui target awal yang ditetapkan.
Dewan Pembina Judo Berau, Wendy Liejaya, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. “Kami bersyukur bisa meraih juara umum. Dengan jumlah atlet yang lebih sedikit dibanding daerah lain, hasil ini jelas melebihi target,” ujarnya. Dari delapan atlet yang diturunkan—lima putra dan tiga putri—tim awalnya hanya menargetkan satu medali emas.
Wendy mengakui bahwa Berau masih kekurangan atlet di beberapa kelas, seperti 100 kg dan 80 kg. Namun, keterbatasan itu tidak menghalangi mereka tampil maksimal, bahkan berhasil mengungguli Kukar yang selama ini mendominasi judo Kaltim.
Para atlet Berau yang mayoritas merupakan pelajar SMA dan SMP ini, di mana dua di antaranya juga tercatat sebagai atlet Popnas, berhasil membuktikan kualitas mereka. “Dengan komposisi ini, kami sangat bersyukur bisa meraih hasil terbaik,” tambah Wendy.
Sementara itu, Balikpapan berhasil merebut dua medali emas, disertai empat perak dan enam perunggu. Pelatih Judo Balikpapan, Adlu Surya Nugraha, menilai capaian kontingen Kota Minyak ini sudah sesuai target.
“Anak-anak kami murni pelajar yang harus membagi waktu antara latihan dan sekolah. Saingan utama kami biasanya berasal dari sekolah jalur atlet seperti SKOI. Jadi dua emas ini sudah luar biasa,” jelas Adlu.
Hasil yang dipetik para atlet ini membuatnya optimistis regenerasi judo Balikpapan akan terus meningkat, apalagi saat ini fasilitas latihan dan kesiapan tim didukung penuh oleh Dispora Balikpapan. Adlu menambahkan, prestasi judo Balikpapan tergolong stabil mengingat pada Popda sebelumnya, mereka juga meraih dua emas.
Di sisi lain, Sekretaris Pengprov PJSI Kaltim, Lugito Budi, menyebut penyelenggaraan cabor judo berjalan lancar, meski sempat tertunda satu jam akibat keterlambatan layanan medis. Ia menilai kualitas penampilan atlet pelajar Kaltim tahun ini meningkat signifikan. “Peningkatan Berau sangat luar biasa. Biasanya Kukar yang dominan, tetapi tahun ini pembinaan di berbagai daerah mulai merata,” ujarnya.
Menurut Lugito, hal ini merupakan hasil dari pelatihan pelatih yang dilakukan Pengprov PJSI Kaltim agar pembinaan tidak terpusat di satu daerah. Pada Popda Kaltim XVII/2025 ini, cabor judo mempertandingkan 14 nomor dengan total 72 atlet, di mana Mahakam Ulu dan Kutai Barat tercatat absen dalam kompetisi ini.
Baca juga :
