BANJARMASIN – PS Barito Putera gagal meraih kemenangan saat menjamu kuda hitam Grup 2 Pegadaian Championship, Kendal Tornado FC, di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (22/2/2026). Laga yang disaksikan ribuan pendukung Laskar Antasari itu berakhir tanpa gol, 0-0.
Hasil imbang kontra Kendal Tornado FC memperpanjang tren negatif Barito yang tak pernah menang dalam enam pertandingan terakhir. Kemenangan terakhir Barito terjadi saat menaklukkan Persiku Kudus 1-0 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, pada 5 Januari 2026.
Sejak kemenangan tipis tersebut, Barito hanya mampu mencatatkan empat hasil imbang dan dua kekalahan, masing-masing dari Persiba (1-0) dan Persipura (4-1).
Tambahan satu poin ini juga membuat posisi Barito di klasemen semakin terancam oleh Kendal Tornado FC. Kedua tim kini hanya terpaut satu poin. Barito masih berada di peringkat ketiga, sementara Kendal menempel di posisi keempat.
Pada pekan berikutnya, Barito dijadwalkan bertandang ke markas Deltras FC pada 1 Maret 2026. Jika kembali gagal meraih poin penuh, posisi Barito berpotensi semakin tertekan.
Di sisi lain, hasil ini kian menegaskan status Kendal sebagai kuda hitam. Meski berstatus tim promosi, skuad asuhan Stefan Keltjes tersebut tak bisa dipandang sebelah mata.
Selain menahan imbang Barito, musim ini Kendal Tornado FC juga mampu mengalahkan sejumlah tim besar di Grup 2, seperti PSS Sleman dan Persipura Jayapura.
Secara produktivitas, Kendal menjadi tim tersubur kedua di Grup 2 setelah PSS Sleman. Hingga pekan ke-20, Kendal telah mencetak 34 gol dan kebobolan 17 gol.
Pada laga selanjutnya, Kendal Tornado FC akan menjamu Persipura Jayapura di Stadion Sriwedari, Solo, 1 Maret 2026. Kemenangan akan menjaga peluang Kendal untuk menembus Liga Super musim depan.
