Pada Januari 2026, muncul laporan Reuters mengenai potensi kesepakatan penjualan sekitar 40 unit jet tempur JF-17 dan pesawat nirawak ke Indonesia.
Kabar ini menguat setelah pertemuan antara Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dengan Kepala Angkatan Udara Pakistan di Islamabad.
Pemerintah Indonesia tidak menyebut spesifik hal itu dalam keterangan resminya. Sjafrie hanya menyebut pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan antara angkatan bersenjata kedua negara, khususnya dalam konteks kerja sama militer.
Sambil menunggu kelanjutan informasi tersebut, mari tengok JF-17 Thunder, jet tempur yang sudah dimiliki beberapa negara. Misalnya, pada September 2024, Presiden Republik Azerbaijan, Panglima Tertinggi Ilham Aliyev, menerima penyerahan pesawat tempur JF-17C (Blok-III) di Bandara Internasional Heydar Aliyev.
Sejarah dan Pengembangan JF-17
JF-17 Thunder adalah pesawat tempur multi-peran ringan yang canggih, dirancang untuk beroperasi di segala cuaca, baik siang maupun malam.
Jet tempur ini dikembangkan melalui usaha patungan (joint venture) antara Pakistan Aeronautical Complex (PAC) Kamra dan Chengdu Aircraft Industry Corporation (CAC) dari China.
Proyek ini bertujuan menciptakan platform tempur yang tangguh dengan integrasi sistem modern. Berikut adalah lini masa pengembangannya:
- Mei 2003: Prototipe pertama yang disebut FC-1 resmi diluncurkan.
- Agustus 2003: FC-1 melakukan penerbangan perdana.
- Maret 2007: Pesawat secara resmi diperkenalkan sebagai hadiah Hari Pakistan setelah menyelesaikan uji terbang dasar.
- November 2009: Unit pertama hasil produksi PAC diserahkan kepada Angkatan Udara Pakistan (PAF).
Spesifikasi Teknis JF-17 Thunder
Pesawat ini memiliki konfigurasi aerodinamis yang lincah dengan teknologi BUMP intake terbaru untuk meningkatkan performa mesin. Berikut adalah detail parameter fisiknya:
| Parameter Fisik | Nilai |
|---|---|
| Panjang | 49 kaki (14,0 m) |
| Tinggi | 15,5 kaki (5,1 m) |
| Rentang Sayap | 31 kaki (8,5 m) |
| Berat Kosong | 14.520 lb |
Performa dan Kapasitas
- Kecepatan Maksimum: Mach 1.6 atau 700 Knots IAS.
- Ketinggian Maksimum: 55.500 kaki.
- Daya Jelajah (Ferry Range): 1.880 Nautical Miles (NM).
- Batas Gravitasi (G Limit): +8 / -3.
Sistem Avionik dan Persenjataan
JF-17 dilengkapi dengan glass cockpit dan kontrol Hands on Throttle and Stick (HOTAS) yang berfungsi secara signifikan mengurangi beban kerja pilot.
Fitur Avionik Utama:
- Komputer misi ganda dengan arsitektur bus Mux 1553.
- Radar Pulse Doppler multi-mode yang mampu melacak banyak target.
- Smart Head Up Display (SHUD) dengan bidang pandang total 25 derajat.
- Tiga layar warna multifungsi pintar (SMFCD).
Kemampuan Persenjataan:
Dengan 7 stasiun (hardpoints), pesawat ini sanggup membawa beban hingga 3.400 lbs. Jenis senjata yang dapat dibawa meliputi:
- Rudal jarak jauh BVR (70-100 Km).
- Rudal inframerah jarak pendek yang sangat lincah.
- Rudal anti-kapal dan anti-radiasi.
- Senjata berpemandu laser dan bom penembus landasan pacu.
- Kanon laras ganda kaliber 23 mm.
Sistem Bahan Bakar
JF-17 memiliki kapasitas bahan bakar internal sebesar 3.000 liter (5.130 lb). Untuk memperluas jangkauan operasional, pesawat ini didukung oleh:
- Satu tangki eksternal pusat berkapasitas 800 liter.
- Dua tangki eksternal di bawah sayap berkapasitas 800 atau 1.100 liter.
- Sistem Single point pressure refueling untuk pengisian bahan bakar yang cepat di darat.
Baca juga:
