BALIKPAPAN – Nasib kurang menyenangkan mesti dialami skuat Persiba Balikpapan. Setelah menelan kekalahan menyakitkan 0-2 kala bertandang ke Stadion Surajaya, markas Persela Lamongan, Sabtu (28/3/2026) kemarin, Bryan Cesar cs harus rela naik KM Dobonsolo untuk Kembali ke Kota Balikpapan.
Mereka diketahui bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, pada Minggu (29/3/2026) pagi dan baru tiba di Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan pada Senin (30/3/2026) sore. Perjalanan dengan kapal laut dari Surabaya menuju Balikpapan ini butuh waktu 30 jam lebih.
COO Persiba Balikpapan, Imam Turmudzi menjelaskan, keputusan untuk menggunakan transportasi laut terpaksa diambil setelah rombongan pemain, staf, dan pelatih terkendala tiket pesawat.
Imam menyebut, perencanaan dan upaya pengaturan perjalanan telah dilakukan sejak jauh hari, termasuk untuk kebutuhan 31 orang rombongan, bahkan dengan mempertimbangkan opsi kepulangan hingga menunggu 2 April 2026.
“Namun, dalam periode arus balik Lebaran, ketersediaan tiket tidak mencukupi untuk kebutuhan tim. Kursi yang tersedia sangat terbatas dan tersebar di berbagai jadwal penerbangan, sehingga tidak memungkinkan bagi rombongan untuk dibagi dalam beberapa keberangkatan tanpa mengganggu kesiapan tim secara keseluruhan,” ungkap dia lewat keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).
Dia meneruskan, manajemen juga berusaha mencari berbagai alternatif keberangkatan melalui Semarang, Yogyakarta, hingga Jakarta. Sayang upaya itu tidak dapat direalisasikan dengan kondisi yang sama, yakni minimnya ketersediaan tiket pesawat.
Dengan jadwal pertandingan berikutnya pada 4 April 2026, tim tidak memiliki banyak pilihan selain menggunakan transportasi laut sebagai satu-satunya opsi untuk kembali.
“Selama perjalanan, seluruh pemain dan ofisial tetap menjaga kondisi fisik dan kebugaran demi kesiapan menghadapi pertandingan selanjutnya,” tegas Imam.
Persiba Masuk Zona Merah
Di sisi lain, Persiba kini melorot ke peringkat 9 atau masuk zona degradasi setelah kekalahan atas Persela. Mengoleksi 17 poin dari 22 pertandingan, posisi Persiba disalip oleh PSIS Semarang, yang menang telak 6-1 atas Persipal FC.
Pelatih Persiba, Leonard Tupamahu, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya selepas laga. “Secara hasil tentu ini sangat mengecewakan,” kata Leo.
Leo menilai hasil buruk yang diperoleh anak asuhnya tak lepas dari situasi yang belakangan berkembang di dalam tim, utamanya soal nonteknis. “Ini merupakan puncak dari hal-hal yang terjadi di dalam tim, terutama soal nonteknis,” ujarnya.
