• Berita
  • Spesifikasi Jembatan Satwa Tol IKN: Gunakan Corrugated Steel Plate dan Fondasi Bore Pile
Berita

Spesifikasi Jembatan Satwa Tol IKN: Gunakan Corrugated Steel Plate dan Fondasi Bore Pile

BBPJN Kaltim bangun jembatan satwa di Tol IKN Segmen 3B-2 untuk lindungi orangutan dan beruang madu. Simak spesifikasinya!

Jembatan satwa di Tol IKN Seksi 3B. (Foto : BBPJN Kaltim)

BALIKPAPAN – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur tengah membangun jembatan satwa (wildlife crossing) di ruas Jalan Tol IKN Segmen 3B-2 Kariangau – Simpang Tempadung. Langkah ini diambil untuk menjaga konektivitas habitat satwa liar dan meminimalisir konflik dengan aktivitas transportasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan komitmen Kementerian PUPR dalam menerapkan prinsip green infrastructure di IKN. Fasilitas ini dibangun pada dua lokasi strategis, yakni di STA 8+325 dan STA 10+025, yang merupakan koridor perlintasan alami satwa endemik.

“Pembangunan jembatan satwa ini bertujuan untuk menjaga konektivitas habitat sekaligus meminimalisir potensi konflik antara satwa dan aktivitas transportasi di jalan tol,” ujar Yudi Hardiana.

Secara teknis, jembatan ini menggunakan struktur Corrugated Steel Plate (CSP) dengan diameter bentang sekitar 25 meter dan tinggi lengkung 12,7 meter. Struktur tersebut diperkuat dengan beton arch slab setebal 1 meter dan didukung fondasi bore pile sedalam 14 hingga 21 meter untuk menjamin stabilitas konstruksi.

Selain itu, desain proyek ini melibatkan penggunaan timbunan mortar busa sebanyak 14.000 m³ guna menyesuaikan dengan kondisi geoteknik di lokasi. Jalur ini disiapkan khusus bagi satwa endemik Kalimantan yang teridentifikasi melintas di kawasan tersebut, seperti orangutan, bekantan, macan dahan, hingga beruang madu.

Yudi menegaskan bahwa integrasi antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan adalah prioritas utama. Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi solusi inovatif dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati.

“Kami terus memastikan pembangunan infrastruktur di IKN tidak hanya mendukung konektivitas wilayah, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan melalui prinsip infrastruktur hijau,” pungkas Yudi.

Dengan fasilitas ini, mobilitas satwa liar diharapkan tetap terjaga tanpa terganggu oleh arus kendaraan, sehingga risiko kecelakaan akibat perlintasan satwa dapat ditekan seminimal mungkin.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar