• Berita
  • Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Semayang, 7.000 Penumpang Bertolak Hari Ini
Berita

Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Semayang, 7.000 Penumpang Bertolak Hari Ini

Puncak mudik di Pelabuhan Semayang tembus 7.000 penumpang hari ini. Surabaya dan Parepare jadi rute favorit.

Ribuan calon pemudik memadati Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu (18/3/2026). (Foto : Propublika.id)

BALIKPAPAN – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan mencatat Rabu (18/3/2026) sebagai puncak arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Semayang. Sebanyak 7.000 penumpang dijadwalkan bertolak dari Balikpapan menuju berbagai kota tujuan menggunakan enam armada kapal.

Kepala Bagian Tata Usaha KSOP Kelas I Balikpapan, Capt. Dedy Kurniadi, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan dua hari sebelumnya yang hanya mencatat 2.900 penumpang.

“Hari ini merupakan puncak mudik di Pelabuhan Semayang. Setidaknya ada enam armada kapal yang dijadwalkan bertolak,” ujar Capt. Dedy.

Adapun enam armada yang melayani pemudik hari ini adalah KM Sinabung, KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Dharma Ferry VII, KM Dharma Kencana IX, dan satu armada dari Damai Lautan Nusantara. Kota Surabaya dan Parepare masih menjadi destinasi favorit penumpang. Sebaliknya, angka kedatangan terpantau rendah, dengan rata-rata hanya 400 penumpang yang turun dari kapal Pelni.

Kabag Tata Usaha KSOP Balikpapan, Capt Dedy Kurniadi. (Foto : Propublika.id)

Kehabisan Tiket Pesawat

Tingginya volume keberangkatan tahun ini turut dipicu oleh sulitnya mendapatkan tiket pesawat. Edi (33), seorang perantau asal Kecamatan Busang, Kutai Timur, mengaku terpaksa beralih ke jalur laut karena tiket pesawat baru tersedia pada 21 Maret atau setelah Idulfitri.

“Tiket pesawat baru tersedia tanggal 21 Maret, itu sudah lewat Idulfitri. Harganya pun sampai Rp2,3 juta,” ungkap Edi yang menempuh perjalanan darat dari Kutim sejak sehari sebelumnya demi mengejar jadwal kapal menuju Surabaya.

Pemudik tujuan Surabaya, Edi dan Anita. (Foto : Propublika,id)

Senada dengan suaminya, Anita Sari (30) menyebut perjalanan jalur laut kali ini cukup menantang secara fisik karena kondisi pelabuhan yang sangat padat. Ia berharap ke depannya fasilitas ruang tunggu atau tenda di area pelabuhan dapat diperluas untuk menampung jemaah mudik, terutama bagi mereka yang membawa anak kecil.

Meski harus menempuh perjalanan panjang dan berdesakan, para pemudik memilih jalur laut agar tetap bisa melaksanakan Salat Id di kampung halaman yang diprediksi jatuh pada Jumat (20/3/2026). Hingga saat ini, pihak otoritas terus bersiaga memastikan kelancaran keberangkatan ribuan penumpang dari Pelabuhan Semayang.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar