• Berita
  • Perahu Karyawan Tenggelam di Sungai Mahakam, Satu Orang Dilaporkan Hilang
Berita

Perahu Karyawan Tenggelam di Sungai Mahakam, Satu Orang Dilaporkan Hilang

Perahu karyawan tenggelam di Sungai Mahakam, Sanga-sanga, Kutai Kartanegara. Tiga orang selamat, satu korban masih dicari tim SAR gabungan.

Tim SAR melakukan pencarian terhadap satu korban hilang dalam insiden kapal tenggalam di perairan Sungai Mahakam. (Foto : Kantor SAR Balikpapan)

SANGA-SANGA — Sebuah perahu tenggelam di perairan Sungai Mahakam, wilayah Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (5/1/2026) malam. Dalam peristiwa tersebut, satu penumpang hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kejadian dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.30 WITA. Laporan resmi diterima Pos SAR Samarinda pada Selasa (6/1/2026) pukul 06.50 WITA dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perahu tersebut ditumpangi empat karyawan PT Astiku Sakti yang tengah dalam perjalanan pulang kerja. Di tengah perjalanan, perahu mengalami kendala teknis hingga akhirnya tenggelam.

Akibat kejadian itu, tiga penumpang berhasil menyelamatkan diri. Sementara satu korban bernama Rizky Tri Handoko (39) dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Samarinda langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi kejadian perkara (LKP) serta sepanjang aliran hilir Sungai Mahakam menggunakan metode V-search, dengan dukungan unsur SAR gabungan dan sejumlah alat utama (alut) air.

Namun hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian sementara dihentikan dan direncanakan dilanjutkan pada hari berikutnya.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Datu Mardi Sianturi, mengatakan operasi SAR menghadapi sejumlah kendala, antara lain arus Sungai Mahakam yang cukup kuat serta keberadaan binatang buas, khususnya buaya, di sekitar area pencarian.

“Tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian di hari pertama, namun korban belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan kembali esok hari dengan penyesuaian strategi sesuai kondisi lapangan,” ujar Datu Mardi.

Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas, TNI-Polri, BPBD, KSOP, Dinas Pemadam Kebakaran, pihak perusahaan, relawan gabungan Samarinda, masyarakat setempat, serta keluarga korban.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar