BALIKPAPAN – Musibah kebakaran Kembali melanda Kota Balikpapan pada Senin (30/3/2026) siang. Akibatnya, tiga kios di RT 12, Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat, ludes dilalap api. Kerugian akibat musibah kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
M Nur, pemilik salah satu kios yang terbakar mengaku tak tahu pasti dari mana api berasal. Siang itu, Nur baru saja selesai menjemput anaknya dari sekolah dan berniat tidur di dalam kios. “Tiba-tiba dari luar ada yang teriak kebakaran, tapi api saat itu sudah besar,” kata pemilik kios sembako ini.
Tiga kios yang terbakar, posisinya memang berdempetan dan terbuat dari kayu. Material kayu dan bahan yang ada di dalam masing-masing kios menyebabkan api dengan cepat membesar. Nur mengaku tak banyak menyelamatkan barang-barang di dalam kios. Akibatnya, sejumlah besar barang dagangan, termasuk satu unit mesin pompa bensin, empat lemari es, dan sebuah motor ludes dilalap api. “Kerugian bisa sampai Rp100 juta,” ucap Nur dengan mata berkaca.
Wahid, pemilik bengkel tambal ban mengaku sedang tak berada di tempat saat jago merah mengamuk. “Saya sedang di rumah, jam 12 siang memang biasanya saya tutup bengkel karena istirahat dan salat,” kata dia.
Peristiwa kebakaran baru dia ketahui begitu mendapat telepon dari salah satu pelanggan. “Dia bilang bengkel saya terbakar,” kata dia.
Mendapat informasi bengkelnya terbakar, Wahid langsung bergegas. Saat tiba di bengkel, api sudah membesar dan melahap seluruh bangunan. Akibatnya, seluruh peralatan di dalam bengkel ludes dilalap api. “Seluruh peralatan dan ban habis terbakar, termasuk kompresor. Kerugian mungkin sampai Rp50 juta,” ungkap dia.

Warga Sempat Berusaha Padamkan Api
Sebelum personel pemadam kebakaran tiba, sejumlah karyawan perusahaan yang berada tak jauh dari kios sempat berusaha memadamkan api. Akbar, salah satunya. Dia bersama empat rekannya mengaku berusaha memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang ada di dalam kantor.
“Tadi saya bersama empat orang sudah bawa APAR, kami coba padamkan tapi memang susah karena api sudah sangat besar dan angin kencang,” kata dia.
Akbar meneruskan, seorang warga yang biasa berjualan air dengan tandon juga berusaha membantu memadamkan api. Tapi karena besarnya api membuat upaya itu juga tak membuahkan hasil. “Kalau tidak salah habis air dua tandon. Tapi api tetap tidak bisa padam,” jelas Akbar.
Butuh Tujuh Unit Truk Pemadam untuk Menjinakka Api
Komandan Regu Pemadam dari BPBD Balikpapan, Julianto, mengatakan ada tiga kios yang terbakar, yakni dua kios sembako dan satu bengkel ban.
Api, kata Julianto, diduga berasal di antara kios sembako dan tambal ban. Dia juga membenarkan adanya ledakan dari dalam kios. “Ledakan kemungkinan dari tabung obat pembasmi nyamuk,” kata Julianto.
Untuk memadamkan api, BPBD Balikpapan menerjunkan tujuh unit truk pemadam. Api dapat dikuasai sepuluh menit setelah tim pemadam tiba di lokasi. “Sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” kata dia.
