BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan memastikan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus superflu di wilayah setempat. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan seiring tingginya mobilitas masyarakat serta kondisi musim hujan yang berpotensi memicu peningkatan penyakit pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati mengatakan, hingga saat ini belum terlihat adanya peningkatan signifikan kasus flu di Balikpapan. Kondisi kesehatan masyarakat secara umum masih berada dalam kategori normal.
“Sejauh ini belum menunjukkan adanya peningkatan kasus flu secara signifikan,” ujar Alwiati, Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan data Dinkes Balikpapan, penyakit dengan angka kesakitan tertinggi pada Desember 2025 masih didominasi hipertensi. Influenza berada di urutan berikutnya dengan total 7.385 kasus. Jumlah tersebut tidak mengalami lonjakan berarti dibandingkan November 2025 yang tercatat sekitar 7.000 kasus.
“Pada Desember tidak signifikan naiknya. Masih normal, apalagi Desember kemarin musim hujan,” katanya.
Alwiati menegaskan, hingga kini belum ditemukan penularan superflu secara spesifik di Balikpapan. Secara klinis, superflu memiliki gejala yang menyerupai influenza biasa, namun disertai demam dan nyeri di seluruh tubuh dengan tingkat keparahan yang lebih berat.
“Gejalanya agak berat dan periode sembuhnya lebih lama, bisa sampai 14 hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa superflu berbeda dengan Covid-19. Menurutnya, Covid-19 menyerang hampir seluruh organ tubuh, sedangkan superflu tidak memiliki karakteristik tersebut.
“Kalau Covid itu menyerang seluruh organ di dalam tubuh, kalau superflu tidak sama dengan Covid,” kata Alwiati.
Untuk mencegah penularan, Dinkes Balikpapan mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain dengan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun serta memakai masker, terutama saat mengalami gejala flu.
Masyarakat yang mengalami flu dalam waktu relatif lama diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Alwiati juga mengimbau warga melakukan isolasi mandiri apabila mengalami gejala flu setelah melakukan perjalanan jauh.
“Terutama bagi pelaku perjalanan jauh, seperti pulang umrah atau dari luar daerah yang sudah terdeteksi superflu, silakan lakukan pemeriksaan di puskesmas,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila terdapat laporan kasus dari rumah sakit, petugas kesehatan akan melakukan pelacakan kontak terhadap keluarga dan lingkungan terdekat sesuai prosedur standar. Masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin jika diperlukan.
