SAMARINDA – Produksi padi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang tahun 2025 mencatatkan tren positif dengan total capaian 270,87 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini meningkat sebanyak 21,23 ribu ton atau naik 8,50 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 249,64 ribu ton GKG.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan bahwa kenaikan produksi ini sejalan dengan bertambahnya luas panen. Berdasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA), realisasi luas panen padi selama 2025 mencapai 66,52 ribu hektare, naik 5,51 persen dari tahun sebelumnya.
“Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi di bulan September dengan capaian 67,68 ribu ton GKG. Sementara itu, jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi penduduk, produksi tahun 2025 setara dengan 157,55 ribu ton beras,” ujar Mas’ud dalam keterangan resminya, Rabu (4/2/2026).
BPS mencatat Kabupaten Kutai Kartanegara, Paser, dan Penajam Paser Utara sebagai tiga wilayah penghasil padi tertinggi di Kaltim. Sebaliknya, produksi terendah berada di Kota Bontang, Balikpapan, dan Kabupaten Mahakam Ulu.
Memasuki tahun 2026, potensi luas panen padi pada periode Januari hingga Maret diperkirakan mencapai 25,20 ribu hektare. Jumlah ini diprediksi meningkat signifikan sebesar 24,64 persen atau sekitar 4,98 ribu hektare dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
