• Berita
  • Inflasi Kaltim Januari 2026 Terkendali di Angka 0,04 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Emas
Berita

Inflasi Kaltim Januari 2026 Terkendali di Angka 0,04 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Emas

Inflasi Kaltim Januari 2026 tercatat 0,04% (mtm). Kenaikan harga emas perhiasan menjadi pemicu utama, sementara harga pangan dan transportasi mulai normal pasca-Nataru.

Kenaikan harga emas picu inflasi Kaltim. (Foto : iStock/Abdullah Durmaz)

SAMARINDA – Inflasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Januari 2026 tercatat tetap terkendali pada level 0,04 persen (month-to-month/mtm). Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 0,71 persen (mtm), seiring normalisasi harga pangan dan transportasi pasca-libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan, menjelaskan bahwa meski inflasi bulanan melandai, inflasi tahunan Kaltim berada di level 3,76 persen (year-on-year/yoy). Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,55 persen (yoy).

Penyumbang utama inflasi Januari 2026 berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, khususnya kenaikan harga emas perhiasan. “Rata-rata harga emas mencapai Rp2.860.000 per gram, atau naik sekitar 12 persen dibandingkan Desember 2025,” ujar Jajang dalam keterangan resminya, Selasa (3/2/2026).

Selain emas, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok pakaian, alas kaki, serta penyesuaian tarif air minum PAM akibat kenaikan biaya operasional. Namun, tekanan inflasi lebih tinggi berhasil diredam oleh penurunan harga kelompok bahan makanan seperti cabai dan bawang merah seiring adanya panen raya di sejumlah sentra produksi. Normalisasi tarif angkutan udara dan penurunan harga BBM nonsubsidi sekitar 3–4 persen juga turut menahan laju inflasi.

Guna menjaga stabilitas harga ke depan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kaltim terus memperkuat strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif). Sepanjang Januari, telah dilaksanakan 21 kegiatan pasar murah dan operasi pasar di berbagai kabupaten/kota.

“Kami terus melakukan rapat koordinasi rutin dan penguatan kapasitas kelembagaan untuk mempertahankan prestasi kinerja pengendalian inflasi daerah,” tutup Jajang.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar