• Berita
  • Gubernur Tinjau Langsung Kerusakan Jalan Pesisir Utara Kaltim
Berita

Gubernur Tinjau Langsung Kerusakan Jalan Pesisir Utara Kaltim

Ruas Sangatta–Sangkulirang rusak dan rawan longsor, Pemprov Kaltim siapkan evaluasi dan perbaikan prioritas.

Tiga jalur utama Kutim dipantau langsung gubernur, puluhan titik longsor masuk tahap evaluasi teknis. (Foto : Humas Pemprov Kaltim)

KUTAI TIMUR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengevaluasi sejumlah ruas jalan nasional strategis di wilayah utara Kabupaten Kutai Timur yang mengalami kerusakan dan berpotensi longsor.

Ruas yang menjadi perhatian meliputi Sangatta–Simpang Perdau, Simpang Perdau–Muara Lembak, serta Muara Lembak–Sangkulirang (Pelabuhan Ronggang). Jalur tersebut dinilai vital sebagai penghubung utama mobilisasi barang dan masyarakat serta penopang konektivitas antarwilayah.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, pada ruas Sangatta–Simpang Perdau sepanjang 32 kilometer terdapat sekitar 17 titik longsor dan potensi penurunan badan jalan. Di ruas Simpang Perdau–Muara Lembak sepanjang 13,10 kilometer ditemukan 11 titik longsor dan penurunan badan jalan. Sementara pada ruas Muara Lembak–Sangkulirang sepanjang 52,14 kilometer teridentifikasi 22 titik potensi longsor dan kerusakan badan jalan.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan infrastruktur jalan tersebut merupakan kunci strategis untuk mendorong pertumbuhan investasi daerah serta menjaga kelancaran rantai pasok energi dan pangan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Muhammad Faisal mengatakan pemantauan dilakukan langsung oleh gubernur bersama jajaran saat kunjungan kerja beberapa hari lalu.

“Selama dua hari, rombongan Gubernur melaksanakan kunjungan kerja, termasuk peresmian Jembatan Nibung dan peninjauan ke KEK Maloy. Dalam perjalanan itu, rombongan melalui rute pesisir dari Samarinda ke Bontang untuk melihat langsung kondisi jalan dan mempersiapkan alternatif akses,” ujar Faisal, Sabtu (28/2/2026).

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan dari Bontang ke Sangatta hingga ke Jembatan Nibung melalui jalur utama sambil memantau kondisi ruas jalan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltim.

Menurut Faisal, temuan lapangan akan segera masuk tahap evaluasi dan perencanaan teknis untuk pembangunan maupun perbaikan. Pemprov Kaltim berkomitmen berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar ruas strategis tersebut mendapat penanganan prioritas.

Ia menegaskan, persoalan ini tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga konektivitas kawasan industri, distribusi logistik, dan pelayanan masyarakat.

Pemprov berharap perbaikan bertahap dan terencana dapat mengoptimalkan konektivitas pesisir hingga kawasan industri di Kutai Timur guna mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur secara berkelanjutan.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar