SULAWESI UTARA – Wilayah Minahasa Tenggara dan sekitarnya diguncang gempa tektonik pada Minggu (18/1/2026) pukul 11.16 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa ini berkekuatan Magnitudo 5,1 dan tidak memicu gelombang tsunami.
Pusat gempa berada di laut, tepatnya 84 kilometer arah Tenggara Kota Ratahan, dengan kedalaman 44 kilometer. Gempa ini termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu oleh pergerakan subduksi Lempeng Laut Maluku.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip,” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, dalam keterangan resminya.
Getaran Terasa Nyata di Gorontalo dan Kotamobagu

Dalam catatan BMKG, meskipun berpusat di laut, getaran gempa dirasakan cukup jelas oleh warga di beberapa daerah.
Di Kota Minahasa dan Kota Gorontalo, gempa dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI. Warga merasakan getaran nyata di dalam rumah, layaknya ada truk besar yang sedang melintas.
Adapun di Kotamobagu dirasakan dengan skala II MMI, di mana benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan dirasakan oleh beberapa orang.
Hingga Minggu siang pukul 11.35 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG juga mengingatkan warga untuk selalu memastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG atau situs resmi bmkg.go.id.
Baca juga:
