SAMARINDA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan uang layak edar sebesar Rp2,18 triliun untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2026 melalui program SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri).
Program bertema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah” ini digelar bersama perbankan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang kartal selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengatakan SERAMBI merupakan respons atas lonjakan kebutuhan uang Rupiah di masyarakat. Program ini juga menjadi pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang untuk memastikan ketersediaan uang layak edar dalam jumlah cukup, pecahan sesuai, tepat waktu, serta terjamin keasliannya, dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan kepentingan nasional.
Secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar sebesar Rp185,6 triliun untuk Ramadan dan Idulfitri 2026. Khusus di Kalimantan Timur, penyediaan Rp2,18 triliun tersebut disiapkan untuk mengantisipasi puncak kebutuhan uang kartal yang umumnya mencapai sekitar 20 persen dari kebutuhan tahunan.
“Jumlah tersebut meningkat 19,13 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Jajang di Samarinda, Selasa (17/2/2026).
Layanan penukaran SERAMBI 2026 di Kalimantan Timur dilaksanakan di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja KPwBI Kaltim pada 18 Februari hingga 15 Maret 2026, mengikuti jam operasional bank.
Layanan meliputi penukaran ritel di sejumlah masjid di Samarinda, layanan terpadu bersama perbankan di Gedung Pramuka, serta di 35 kantor bank yang telah ditunjuk.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi atau situs PINTAR, dengan batas maksimal penukaran satu paket senilai Rp5,3 juta per orang.
Untuk wilayah Kalimantan, pembukaan kuota pendaftaran melalui PINTAR dilakukan dalam dua tahap, yakni 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB dan 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB.
Melalui program ini, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Masyarakat diimbau mengenali ciri keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), merawat uang dengan prinsip 5J (Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi), serta bertransaksi secara bijak.
KPwBI Kalimantan Timur turut menyampaikan apresiasi kepada perbankan dan mitra kerja atas sinergi dalam menghadirkan layanan penukaran yang mudah diakses, tertib, dan lancar, sehingga distribusi uang Rupiah dapat berjalan tepat sasaran selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
