SAMARINDA – Kabar munculnya kembali indikasi kasus Covid-19 di Kalimantan Timur (Kaltim) memunculkan kekhawatiran dan menjadi perhatian serius, terutama dari kalangan legislatif daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Menurutnya, hal ini menjadi sinyal peringatan agar masyarakat dan pemerintah tidak lengah terhadap ancaman kesehatan yang masih mungkin terjadi.
Ia menegaskan bahwa kesiapan sistem layanan kesehatan serta kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol pencegahan harus kembali ditingkatkan untuk mencegah kemungkinan lonjakan kasus seperti masa pandemi sebelumnya.
“Ini sinyal peringatan bagi kita semua. Jangan terlena hanya karena status pandemi sudah berakhir. Faktanya, virusnya belum sepenuhnya hilang,” katanya pada 12 Juni 2025.
Dugaan kasus ini mulai menjadi perhatian setelah dua pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda menunjukkan hasil reaktif dari tes antigen Covid-19. Salah satu pasien kini telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan, sementara konfirmasi lanjutan melalui tes PCR masih berlangsung.
Bagi Damayanti, kondisi ini tak bisa dianggap enteng. Ia mengingatkan bahwa pengalaman krisis kesehatan pada 2020 hingga 2022 harus menjadi pengingat penting agar masyarakat tetap menjaga kewaspadaan, baik secara pribadi maupun kelembagaan.
“Sekarang memang kita sudah lebih siap, tapi kalau kita abaikan, penyebarannya bisa kembali terjadi. Yang utama adalah menjaga diri sendiri—dari kebersihan, makan sehat, hingga cek kesehatan saat ada gejala,” tuturnya.
Sebagai legislator yang membidangi sektor kesehatan, Damayanti juga mendorong agar Dinas Kesehatan segera mengambil langkah sigap, termasuk pelacakan kontak erat, penyuluhan ke masyarakat, dan memastikan fasilitas kesehatan tetap dalam kondisi siaga.
“Kita tidak perlu panik, tapi harus cepat dan terkoordinasi. Pemerintah pun sebaiknya transparan. Kalau informasi dibuka, masyarakat akan lebih siap dan tidak timbul keresahan berlebihan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk kembali menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam keseharian. Menurutnya, meski pandemi telah berlalu, ancaman virus masih bisa kembali kapan saja jika kewaspadaan menurun.
“Namanya virus, kita tidak bisa lihat langsung. Maka kuncinya ya dari diri sendiri. Jangan tunggu jatuh sakit baru sadar pentingnya pencegahan,” tutup Damayanti.
