BALIKPAPAN – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dipandang sebagai peluang besar sekaligus tantangan bagi generasi muda daerah. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menekankan pentingnya kesiapan pemuda agar dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan tersebut.
Pesan itu ia sampaikan saat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2022 tentang Kepemudaan di Balikpapan. Menurut Sapto, hadirnya IKN akan menciptakan banyak ruang berkarya bagi anak muda, namun kesempatan itu hanya bisa diraih bila mereka memiliki keterampilan dan kapasitas yang mumpuni.
“Kebutuhan tenaga kerja berkualitas akan meningkat seiring pertumbuhan IKN. Jangan sampai pemuda Kaltim hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” ujarnya.
Sapto menilai hingga kini masih banyak posisi penting yang diisi pekerja dari luar daerah. Karena itu, ia mendorong program pembinaan dan pelatihan yang lebih terarah bagi pemuda, dengan fokus pada keterampilan teknologi, manajemen, hingga kewirausahaan.
Ia juga menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk membangun ekosistem pemberdayaan pemuda sesuai kebutuhan lokal. “Program ini harus nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Bagi Sapto, pembangunan IKN harus dimaknai sebagai panggilan bagi generasi muda untuk menciptakan masa depan Kaltim yang mandiri dan berdaya saing.
“Membekali pemuda adalah investasi jangka panjang demi kemajuan daerah,” pungkasnya.
Baca juga :
