SAMARINDA – Dunia pariwisata di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sektor strategis dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam mendukung kemajuan sektor tersebut, dibutuhkan pembenahan akses jalan serta sarana infrastruktur lainnya untuk meningkatkan daya tarik bagi wisatawan.
Namun demikian, perhatian tidak cukup hanya pada infrastruktur fisik. Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi elemen penting agar destinasi wisata dapat beroperasi secara optimal dan profesional.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Makmur HAPK mengungkapkan bahwa Kaltim memiliki banyak pilihan destinasi wisata, khususnya di wilayah Kabupaten Berau.
Wilayah yang populer dengan kekayaan wisata laut dan kepulauannya itu telah mulai menerapkan sejumlah inovasi baru guna memberikan pengalaman terbaik bagi para pelancong yang datang.
“Saat ini, kawasan tersebut menyimpan potensi wisata yang sangat besar. Gugusan pulau di sekitarnya pun terkelola dengan baik,” jelasnya pada 13 Juni 2025.
Proyek jembatan kembar di Kampung Teluk Sumbang yang sedang digarap sebagai penghubung antara Kecamatan Biduk-Biduk di Berau dengan Kecamatan Sandaran di Kutai Timur juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar.
Makmur menilai pembangunan jembatan ini dapat memberikan kemudahan bagi warga yang selama ini masih harus mengandalkan jalur air untuk keluar dari daerah tersebut.
“Banyak hasil laut yang sampai di Samarinda justru berasal dari kawasan Biduk-Biduk. Silakan cek ke pasar Segiri atau Selili. Pasti mereka menyebutkan produk tersebut dari Berau,” katanya.
Pembangunan tersebut sejatinya sudah seharusnya direalisasikan sejak lama oleh Pemerintah Provinsi Kaltim, namun terkendala berbagai faktor. Setelah melalui proses panjang dan dukungan dari Pemerintah Pusat, proyek jembatan ini ditargetkan bisa selesai pada akhir 2025.
Dengan rampungnya jembatan tersebut, sektor pariwisata di Berau diyakini akan berkembang pesat. Saat ini saja, minat masyarakat untuk berkunjung ke Berau sudah sangat tinggi meskipun masih mengandalkan jalur sungai sebagai penghubung antarwilayah.
“Kemarin saya lihat, orang-orang yang datang ke objek wisata di Berau itu, nyaris setiap menit selalu ada kendaraan yang lewat,” ujarnya.
Makmur yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Berau turut mendorong masyarakat di kawasan wisata untuk siap menyambut tamu dengan pelayanan yang baik, terutama setelah jembatan kembar mulai difungsikan.
“Bahkan saya sudah meminta masyarakat di sana untuk mempercantik rumah mereka, dan mulai belajar bagaimana menyambut tamu dengan baik. Kita harus mulai dari situ. Tidak bisa sektor wisata hanya dibebankan kepada pemerintah semata,” pungkasnya.
