• Pariwara
  • Gagalnya Sistem Keamanan Kebakaran Bigmall Disorot Giaz, Dorong Evaluasi Menyeluruh dan Pembenahan Serius
Pariwara

Gagalnya Sistem Keamanan Kebakaran Bigmall Disorot Giaz, Dorong Evaluasi Menyeluruh dan Pembenahan Serius

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz, sebut kebakaran Bigmall Samarinda ada persoalan mendasar dalam sistem proteksi kebakaran.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz. (Foto: Instagram @harat.official)
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz. (Foto: Instagram @harat.official)

SAMARINDA – Insiden kebakaran yang melanda Bigmall Samarinda belum lama ini menimbulkan kekhawatiran luas, tak hanya soal dampak ekonomi, tapi juga menyangkut sistem keamanan gedung yang dinilai gagal menjalankan fungsinya. Salah satu sorotan datang dari Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi peringatan serius bahwa ada persoalan mendasar dalam sistem proteksi kebakaran Bigmall, terutama kegagalan sprinkler yang seharusnya menjadi pertahanan awal dalam kondisi darurat.

“Ini masalah yang tidak bisa dianggap remeh. Kalau sistem sprinkler tidak berfungsi saat dibutuhkan, maka itu sudah menyangkut keselamatan banyak orang,” tegas Giaz pada 12 Juni 2025.

Subandi: Jalan ke APT Pranoto Harus Masuk Skala Prioritas

Ia menilai kegagalan deteksi dini dan respons otomatis terhadap kebakaran sebagai bentuk kelalaian teknis yang tidak boleh dibiarkan. Karena itu, ia mendorong manajemen Bigmall segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan bangunan dan SOP penanganan darurat.

“Evaluasi total harus dilakukan. Sistem keamanan harus siap siaga, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.

Giaz juga menyoroti pentingnya peran Bigmall sebagai salah satu titik pusat ekonomi dan hiburan warga Samarinda. Ia menyebut bahwa dampak dari penutupan sementara pusat perbelanjaan itu bukan hanya dirasakan oleh konsumen, tetapi juga ribuan pekerja yang menggantungkan penghidupannya di sana.

“Bayangkan saja, ribuan orang bekerja di situ. Kalau terlalu lama tutup, dampaknya luar biasa. Jadi perbaikannya harus cepat dan terukur,” paparnya.

Guntur Desak Perusahaan Bayar Pajak Kendaraan ke Kaltim

Ia menambahkan bahwa meskipun Samarinda masih memiliki mal lain seperti SCP, namun Bigmall tetap menjadi ikon dan pusat belanja terbesar yang memiliki magnet tersendiri bagi warga.

“Alternatif memang ada, tapi yang paling lengkap dan ramai tetap Bigmall. Apalagi bagi keluarga dan ibu-ibu, ini jadi pilihan utama,” katanya.

Guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang, Giaz menyatakan bahwa Komisi II DPRD Kaltim berencana memanggil seluruh manajemen pusat perbelanjaan di Samarinda untuk memastikan standar keamanan dijalankan sesuai aturan.

“Ini langkah penting. Semua manajemen mall akan kami undang untuk duduk bersama dan mengevaluasi sistem keamanan mereka. Kita tidak ingin ada kejadian serupa di tempat lain,” pungkasnya.
(Ikh/Adv/DPRDKaltim)

Picture of DPRD Kaltim
DPRD Kaltim
Artikel kerja sama DPRD Kaltim dengan ProPublika.id.
Bagikan
Berikan Komentar