SAMARINDA – Populasi Pesut Mahakam yang kian kritis kembali menjadi perhatian DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Anggota Komisi IV, Sarkowi V Zahry, menegaskan perlunya aksi nyata agar spesies endemik Sungai Mahakam itu tidak punah dalam waktu dekat.
“Pesut Mahakam adalah ikon dan kekayaan hayati Kaltim. Kalau kita abai, generasi mendatang mungkin hanya bisa mengenalnya lewat cerita,” ujar Sarkowi, Rabu (23/7/2025).
Ia menjelaskan, pesut memiliki siklus hidup panjang dengan tingkat reproduksi rendah. Dalam rentang hidup sekitar 40 tahun, satu individu hanya bisa melahirkan maksimal tiga kali, sehingga populasinya sangat rentan menyusut.
“Dengan kondisi seperti ini, jelas populasi sangat rawan menyusut,” tegasnya.
Sarkowi mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, akademisi, aktivis lingkungan, hingga pelaku industri, untuk menyusun strategi konservasi yang sistematis. Menurutnya, regulasi lingkungan harus ditegakkan, penyuluhan diperluas, dan dukungan anggaran diperkuat.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan roadmap konservasi yang berkelanjutan dan dapat dievaluasi secara berkala. Tanpa peta jalan yang jelas, ia khawatir upaya penyelamatan pesut hanya sebatas formalitas.
“Pesut Mahakam bukan sekadar simbol Kaltim, tetapi warisan nasional. Kita semua punya tanggung jawab moral agar generasi mendatang masih bisa menyaksikan hewan ini hidup di habitat aslinya,” pungkas Sarkowi.
Baca juga :
