BALIKPAPAN – Hasan resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Balikpapan periode 2026–2030 dalam Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar di Ruang Rapat Kantor Inkorincorp, Selasa (10/2/2026).
Usai terpilih, Hasan menyatakan akan bergerak cepat menyusun kepengurusan baru mengingat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII tahun ini semakin dekat.
“Kami usahakan secepatnya, intinya yang benar-benar siap bekerja, termasuk melibatkan peran aktif orang tua atlet. Jadi paling tidak sebelum puasa ini sudah selesai semua untuk kepengurusan itu,” ujarnya.
Fokus Siapkan Fasilitas Latihan Atlet
Selain pembentukan struktur organisasi, pembenahan fasilitas latihan menjadi fokus utama kepengurusan baru. Hasan mengakui keterbatasan lintasan latihan masih menjadi persoalan klasik, tidak hanya bagi sepatu roda, tetapi juga sejumlah cabang olahraga lain di Balikpapan.
Selama ini, atlet sepatu roda rutin berlatih di kawasan parkir Balikpapan Islamic Center (BIC). Namun, lokasi tersebut dinilai belum memenuhi standar dan berisiko terhadap keselamatan atlet karena permukaannya hanya berupa semen.
“Padahal Balikpapan ini punya potensi atlet yang besar. Tapi kendala utamanya ya fasilitas pendukung, khususnya sarana latihan yang layak dan aman,” katanya.
Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan kepengurusan KONI Balikpapan yang baru untuk mencari solusi penyediaan venue latihan yang representatif, baik untuk latihan rutin maupun pemusatan latihan jelang Porprov.
Tak hanya fasilitas, peningkatan kualitas atlet melalui penambahan jam terbang juga menjadi perhatian. Menurut Hasan, kejuaraan dan turnamen rutin penting digelar sebagai wadah pembinaan, khususnya bagi atlet muda.
Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya yang telah meletakkan dasar pembinaan atlet. Ia berharap dukungan dari Inkorincorp sebagai bapak angkat sepatu roda Balikpapan dapat terus berlanjut.
“Harapannya, dukungan Inkorincorp dapat terus berlanjut sebagai bapak angkat sepatu roda Balikpapan agar pembinaan berjalan sesuai harapan,” tambahnya.
Ketiadaan Lintasan Jadi Tantangan Balikpapan
Sementara itu, Ketua Pengprov Porserosi Kaltim Ali Rachman menilai tantangan terbesar Balikpapan saat ini adalah belum adanya lintasan sepatu roda permanen berstandar nasional.
Ia menyebut sejumlah daerah lain seperti Kutai Kartanegara dan Paser telah memiliki lintasan permanen. Karena itu, pembangunan venue menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru.
“Kutai Kartanegara hingga Paser sudah memiliki lintasan permanen. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi ketua terpilih untuk mewujudkan venue latihan dan pertandingan di Balikpapan,” pungkasnya.
