• Cerita
  • Pesona Gunung Bulusaraung yang Jadi Favorit Pendaki Sulawesi Selatan
Cerita

Pesona Gunung Bulusaraung yang Jadi Favorit Pendaki Sulawesi Selatan

Gunung ini berada pada ketinggian 1.353 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dapat diakses sekitar 2,5 jam perjalanan dari Kota Makassar.

Puncak Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep, Sulsel. (Foto : Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung)

PANGKEP – Kawasan Pegunungan Bulusaraung mendadak menjadi trending di jagat maya. Gunung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TNBAB) ini diduga menjadi lokasi jatunya Pesawat IAT PK-THT pada Sabtu (17/1/2026) sore.

Dikutip dari bantimurungbulusaraung.id, kawasan Pegunungan Bulusaraung terletak di wilayah administratif Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Dalam pengelolaan taman nasional, kawasan ini merupakan wilayah kerja Resort Balocci.

Kawasan Pegunungan Bulusaraung memiliki luas 137,29 ha. Secara geografis, kawasan ini terletak antara 119,741° sampai dengan 119,767° Bujur Timur, dan antara 4,923° sampai dengan 4,933° Lintang Selatan. Topografi kawasan pegunungan Bulusaraung meliputi topografi relief tinggi, bentuk lereng yang terjal dan tekstur topografi yang kasar.

Jenis tanah pada kawasan ini adalah jenis Humitropepts, yang umumnya ditemukan pada daerah berlereng terjal dan puncak bukit kapur.Kawasan puncak Gunung Bulusaraung berada pada ketinggian 1.353 m dpl. Iklim di lokasi ini termasuk dalam iklim tipe B (Schmidt dan Ferguson).

Favorit Pendaki di Indonesia Timur

Gunung Bulusaraung juga menjadi salah satu gunung favorit bagi pendaki di kawasan Indonesia Bagian Timur, khususnya Sulawesi Selatan. Gunung ini berada pada ketinggian 1.353 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dapat diakses sekitar 2,5 jam perjalanan dari Kota Makassar.

Meski tidak tergolong gunung tinggi, jalur pendakian Gunung Bulusaraung dikenal cukup menguras tenaga. Pendaki harus melewati ribuan anak tangga sejak awal pendakian, dengan medan yang relatif terjal sehingga membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang matang.

Gunung Bulusaraung memiliki 10 pos peristirahatan, termasuk pos terakhir di puncak. Pendaki umumnya mendirikan tenda di Pos 9, karena lokasinya tidak terlalu jauh dari puncak dan menjadi titik strategis untuk menikmati matahari terbit.

Waktu tempuh dari Pos 9 menuju puncak sekitar 30 menit. Puncak Gunung Bulusaraung ditandai dengan keberadaan pemancar radio milik Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (BTNBB).

Dari puncak, pendaki disuguhi panorama hamparan Karst Maros yang menjadi daya tarik utama kawasan ini. Sepanjang jalur pendakian, terdapat beragam vegetasi seperti rotan, kemiri, dan kelapa.

Selain flora, Gunung Bulusaraung juga merupakan habitat alami berbagai fauna, antara lain kera hitam, musang, serta beragam jenis kupu-kupu.

Penemuan Serpihan Pesawat di Gunung Bulusaraung

Pada Sabtu (17/1/2026) sore sejumlah pendaki menemukan serpihan diduga pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung. Pesawat ini sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros.

Informasi mengenai keberadaan bangkai pesawat dengan nomor registrasi PK-THT ini pertama kali muncul setelah adanya laporan dari masyarakat setempat dan sebuah rekaman video yang diambil oleh seorang pendaki di sekitar Gunung Bulusaraung.

Dalam rekaman video yang telah diverifikasi oleh otoritas terkait, terlihat serpihan badan pesawat yang hangus terbakar berserakan di lereng pegunungan yang terjal.

“Tim kami telah menerima informasi mengenai adanya serpihan pesawat di Puncak Gunung Bulusaraung. Saat ini, fokus pencarian dan evakuasi segera dialihkan ke titik tersebut,” ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Baca juga :

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar