• Cerita
  • Bencana Hidrometeorologi Basah Kepung Berbagai Wilayah Indonesia di Awal 2026
Cerita

Bencana Hidrometeorologi Basah Kepung Berbagai Wilayah Indonesia di Awal 2026

BNPB laporkan rentetan banjir, longsor, dan puting beliung di sejumlah wilayah RI per 16 Januari 2026. Warga diminta waspada cuaca ekstrem.

Tim BPBD Kabupaten Jember melakukan penanganan dan asssement saat banjir melanda Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Selasa (13/1/2026). (Foto: BPBD Kab. Jember)
Tim BPBD Kabupaten Jember melakukan penanganan dan asssement saat banjir melanda Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Selasa (13/1/2026). (Foto: BPBD Kab. Jember)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga Jumat (16/1/2026). Intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu utama kerusakan di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

“Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tanah longsor melanda enam desa di Kecamatan Gegerbitung sejak Rabu (14/1/2026),” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis.

Kondisi tanah yang labil membuat pergerakan tanah mengancam 31 Kepala Keluarga (KK). Longsor juga tercatat memutus beberapa akses jalan utama.

Sementara itu, banjir akibat luapan sungai dilaporkan terjadi di dua titik berbeda. Di Jember, Jawa Timur, luapan Kali Clutak merendam permukiman di Desa Ampel dengan ketinggian mencapai 100 cm.

Sedangkan di Lombok Barat, NTB, jebolnya tanggul sungai mengakibatkan 259 jiwa terdampak banjir lumpur.

Sisi timur Indonesia juga tak luput dari cuaca ekstrem. Di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, angin puting beliung merusak setidaknya 192 rumah warga.

Bencana serupa juga melanda Situbondo, Jawa Timur, yang mengakibatkan belasan rumah mengalami kerusakan dari kategori ringan hingga berat.

Respons Cepat dan Imbauan BNPB

Kondisi rumah yang mengalami rusak akibat diterjang angin puting beliung yang melanda Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Kamis (15/1/2026). (Foto: BPBD Kab. Situbondo)
Kondisi rumah yang mengalami rusak akibat diterjang angin puting beliung yang melanda Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Kamis (15/1/2026). (Foto: BPBD Kab. Situbondo)

Menanggapi situasi ini, Abdul Muhari menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di tengah cuaca yang tidak menentu. Ia meminta warga untuk lebih peka terhadap perubahan cuaca ekstrem di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi. Apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan tinggi muka air, masyarakat diminta segera meningkatkan kewaspadaan, mulai dari lingkungan keluarga hingga sekitar rumah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari area yang berisiko tinggi saat terjadi angin kencang.

“Saat beraktivitas di luar ruang dalam kondisi hujan deras dan angin kencang, masyarakat agar menjauhi pohon besar yang berpotensi tumbang,” tambahnya.

Data Wilayah Terdampak Bencana (Hingga 16 Januari 2026):

WilayahJenis BencanaDampak UtamaStatus Terkini
Sukabumi, JabarTanah Longsor6 Desa terdampak, akses jalan tergangguPendataan & penanganan awal
Jember, JatimBanjir78 KK terdampak di Desa AmpelAir berangsur surut (sisa 40 cm)
Situbondo, JatimPuting Beliung15 Rumah rusak di Desa BanyuputihPenanganan oleh BPBD setempat
Lombok Barat, NTBBanjir77 KK / 259 Jiwa terdampakAir surut, pembersihan lumpur
Konawe Utara, SultraPuting Beliung192 KK terdampak, 14 rumah rusak beratPenyaluran bantuan logistik
Kep. Talaud, SulutBanjir95 Rumah terendamBanjir telah surut

BNPB berharap pemerintah daerah terus memperkuat sistem peringatan dini. Selain itu, pemda perlu memastikan infrastruktur pengendalian banjir dalam kondisi siap guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa.

Baca juga:

Picture of FX Jarwo
FX Jarwo
Jurnalis dan penulis konten ProPublika.id. Menggemari isu lingkungan, masyarakat adat, dan hak asasi manusia. Ia pun menulis hal-hal ringan mengenai perjalanan, tips, dan pengetahuan umum dari berbagai sumber.
Bagikan
Berikan Komentar