• Berita
  • Penumpang Kapal di Balikpapan Diprediksi Naik 1 Persen, KSOP Waspadai Cuaca Buruk
Berita

Penumpang Kapal di Balikpapan Diprediksi Naik 1 Persen, KSOP Waspadai Cuaca Buruk

BMKG mencatat tinggi gelombang di perairan Balikpapan pada Maret umumnya berkisar antara 0,5 hingga 2 meter.

Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt Weku Frederik Karuntu. (Foto : propublika.id)

BALIKPAPAN – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan memprediksi peningkatan jumlah penumpang di Pelabuhan Semayang selama periode mudik Lebaran 2026 hanya sekitar 1 persen.

Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt Weku Frederik Karuntu, mengatakan angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi peningkatan penumpang secara nasional yang diperkirakan mencapai sekitar 6 persen.

Pernyataan itu disampaikan saat apel persiapan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 M/1447 H di Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (13/3/2026).

Menurut Weku, puncak arus mudik melalui Pelabuhan Semayang diperkirakan terjadi pada 17–18 Maret 2026.

Ia menilai rendahnya peningkatan jumlah penumpang kemungkinan dipengaruhi pergeseran moda transportasi, seperti masyarakat yang memilih menggunakan pesawat, serta sebagian pemudik yang berangkat lebih awal.

“Mungkin memang banyak yang beralih ke pesawat. Di satu sisi ada juga yang sudah lebih dulu menjalankan mudik sehingga memang tidak signifikan,” ujarnya.

Meski demikian, KSOP Balikpapan mengingatkan adanya potensi gangguan cuaca selama musim mudik. Informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diminta untuk selalu diperhatikan demi menjaga keselamatan pelayaran.

Apel persiapan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 M/1447 H di Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (13/3/2026). (Foto : propublika.id)

KSOP juga membuka kemungkinan menunda keberangkatan kapal apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

“Kalau cuaca tidak memungkinkan, keberangkatan kapal bisa ditunda demi keselamatan pelayaran,” kata Weku.

Di sisi lain, ia mengimbau para pemudik untuk selalu mengikuti arahan petugas selama berada di pelabuhan maupun saat proses keberangkatan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa Maret merupakan puncak curah hujan di Kalimantan Timur.

“Dibandingkan bulan lalu, curah hujan di bulan Maret lebih tinggi dan pada April mulai menurun. Jadi bulan Maret memang masih musim hujan,” kata Djoko.

Dari sisi kemaritiman, BMKG mencatat tinggi gelombang di perairan Balikpapan pada Maret umumnya berkisar antara 0,5 hingga 2 meter berdasarkan data rata-rata lima tahunan.

Untuk Maret 2026, tinggi gelombang diperkirakan masih berada dalam kisaran tersebut.

BMKG juga mengingatkan potensi kenaikan air pasang laut yang dapat memicu banjir rob di wilayah pesisir.

“Mulai 20 Maret diperkirakan terjadi pasang tertinggi, termasuk di Sungai Berau dan Sungai Mahakam yang bisa mencapai sekitar 2,7 meter,” ujarnya.

Selain itu, kondisi musim hujan yang disertai petir, angin kencang, dan hujan lebat juga dapat memengaruhi aktivitas di pelabuhan sehingga masyarakat diminta tetap waspada.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar