BALIKPAPAN — Suasana hangat memenuhi Aula Sekolah Khusus Santo Fransiskus Assisi Balikpapan saat puluhan siswa dengan ragam kebutuhan khusus tampil percaya diri merayakan Hari Disabilitas Internasional. Tepuk tangan dan sorak penonton mengiringi setiap penampilan yang digelar dalam acara puncak peringatan pada Sabtu (7/12/2025).
Di antara para penampil, terdapat Adril, siswa kelas 5 berusia 11 tahun. Ia menjadi satu dari tujuh anak yang membawakan tari Bali. Seusai tampil, ia mengaku senang bisa beraksi di hadapan teman-teman dan para orang tua. “Saya senang bisa tampil bersama teman-teman,” ujarnya.
Adril dikenal sebagai siswa yang aktif dan antusias mengikuti berbagai kegiatan. Di sekolah, ia juga mengambil ekstrakurikuler menyanyi dan taekwondo. Untuk penampilan tari Bali kali ini, ia bersama teman-temannya berlatih selama satu bulan. Ia pun menyimpan cita-cita besar untuk masa depannya. “Saya ingin jadi polisi, ingin jadi pemimpin,” ungkapnya sambil tersenyum.
Mendorong Toleransi dan Kepedulian
Peringatan Hari Disabilitas Internasional di sekolah tersebut berlangsung sejak 1–7 Desember 2025 dengan beragam agenda, mulai dari penampilan seni, kegiatan sosial, hingga kunjungan lintas rumah ibadah. Rangkaian kegiatan ini mendapat respons positif dari para orang tua yang menilai program tersebut memberi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat sekaligus membangun rasa percaya diri.
Widya Leonita, Ketua Panitia Hari Disabilitas Internasional 2025 sekaligus orang tua siswa, mengatakan kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk merasa diterima dan dihargai. “Acara seperti ini membuat anak-anak merasa diterima. Mereka senang bisa menunjukkan bakatnya, meski memiliki keterbatasan,” ujarnya.
Ia menuturkan perkembangan anaknya—siswa kelas 2 SD dengan autisme—meningkat signifikan sejak bersekolah di Santo Fransiskus Assisi. Dari perilaku hiperaktif dan kesulitan komunikasi, kini sang anak mulai fokus, berbicara lancar, hingga mampu membaca. “Saya merasakan perkembangan luar biasa. Mengajarkan anak berkebutuhan khusus tidak mudah, tetapi guru-guru di sini sangat luar biasa,” kata Widya.
Sebagai ketua panitia, ia juga menjelaskan kegiatan aksi peduli lingkungan dengan membagikan bibit pohon di lima rumah ibadah di Balikpapan, mulai dari pura, vihara, gereja, hingga masjid. “Kami ingin siswa-siswi menjadi pribadi yang toleran dan menghargai perbedaan,” ujarnya.
Puncak perayaan pada 7 Desember menampilkan tari, nyanyi, dan angklung yang melibatkan siswa dari berbagai sekolah luar biasa. Widya berharap masyarakat semakin memahami bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk berkarya dan berbagi. “Kami ingin menunjukkan bahwa mereka mampu peduli, produktif, dan berkontribusi,” tegasnya.
Harapan untuk Dukungan Pemerintah
Kepala Sekolah Khusus Santo Fransiskus Assisi, Suster Damayanti Nahampun, mengatakan antusiasme siswa dan orang tua tahun ini menjadi salah satu yang tertinggi sejak perayaan pertama empat tahun lalu. Menurutnya, keterlibatan aktif orang tua menjadi faktor penting keberhasilan pendidikan inklusif di sekolah tersebut.
Saat ini, sekolah menampung 91 siswa dari jenjang TK hingga SMA dengan berbagai ketunaan, mulai dari tuna rungu, tuna daksa, tuna grahita, autisme, ADHD, speech delay, hingga tuna netra. Tantangan terbesar, kata Suster Hilaria, adalah ketersediaan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi sekaligus ketulusan jiwa melayani.
“Kami lebih membutuhkan guru yang punya hati. Karena itu kami membina mental dan spiritual guru agar mereka bertahan dan berkembang,” ujar perempuan yang akrab disapa Suster Hilaria ini.
Untuk mendukung perkembangan siswa, sekolah menyediakan layanan terapi tumbuh kembang, terapi perilaku, hingga pendampingan akademik setiap hari. Rutinitas terstruktur ini dinilai mempercepat perkembangan siswa. “Pendampingannya komplit, tidak hanya akademik tapi juga perilaku dan kegiatan harian,” kata Suster Hilaria.
Dia menambahkan bahwa pemerintah perlu memberi perhatian lebih terhadap masa depan anak-anak disabilitas setelah mereka menyelesaikan pendidikan. “Pemerintah perlu memberi ruang bagi mereka setelah lulus agar mereka tetap punya masa depan,” pungkasnya.
Baca juga :
