• Berita
  • Mudik Kaltim 2026: Musim Hujan Membayang, Masyarakat Diminta Siaga Jalur Licin
Berita

Mudik Kaltim 2026: Musim Hujan Membayang, Masyarakat Diminta Siaga Jalur Licin

BPTD Kaltim dan BMKG ingatkan pemudik waspadai jalan licin akibat cuaca ekstrem. Pastikan kendaraan layak dan pantau info BMKG.

Calon pemudik diminta mewaspadai kondisi jalan yang licin di Kaltim akibat cuaca ekstrem. (Foto : iStock/iiievgeniy)

SAMARINDA – Tantangan cuaca membayangi arus mudik Lebaran di wilayah Kalimantan Timur tahun ini. Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan darat diimbau ekstra waspada menyusul intensitas hujan yang masih tinggi, yang berpotensi memicu kondisi jalan licin hingga risiko kecelakaan lalu lintas.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Timur, Renhard Ronald, menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi panglima, baik bagi operator angkutan maupun masyarakat umum.

“Keselamatan dan keamanan menjadi hal yang paling penting untuk diperhatikan, baik oleh kami sebagai penyelenggara angkutan darat maupun oleh masyarakat yang menggunakan fasilitas transportasi,” tegas Renhard dalam keterangannya baru-baru ini.

Mitigasi Cuaca Ekstrem

Sesuai instruksi Menteri Perhubungan RI, Renhard menjelaskan bahwa pihaknya kini memperketat pemeriksaan teknis (ram check) guna memastikan seluruh armada dalam kondisi layak operasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kelaikan kendaraan saja tidak cukup tanpa kewaspadaan terhadap faktor alam.

Meski cuaca ekstrem menghantui, Renhard optimistis mobilitas warga tidak akan terhambat selama langkah mitigasi dilakukan secara disiplin. Ia menyarankan agar para pemudik rutin memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi resmi BMKG sebagai panduan sebelum memacu kendaraan.

Waspadai Genangan di Terminal

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menyebutkan bahwa koordinasi lintas instansi terus diperkuat. Informasi mengenai dinamika cuaca dan potensi bencana kini telah diperbarui secara real-time di berbagai platform digital agar mudah diakses publik.

Djoko memberikan perhatian khusus pada titik-titik keramaian transportasi yang rawan terdampak hujan.

“Karena masih dalam musim hujan, pemudik perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di area terminal yang kerap tergenang air. Kondisi tersebut dapat membuat permukaan jalan menjadi licin dan berpotensi memicu kecelakaan,” papar Djoko.

Sinergi antara otoritas transportasi dan meteorologi ini diharapkan mampu membekali pemudik dengan persiapan yang matang. Dengan pemanfaatan data cuaca yang akurat, masyarakat diharapkan dapat menjalani tradisi pulang kampung dengan aman, nyaman, dan selamat hingga tujuan.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar