• Cerita
  • Ramadan di Masjid Nurul Qiyam Balikpapan : Ketika Warga Bergotong Royong Siapkan Ratusan Porsi Berbuka
Cerita

Ramadan di Masjid Nurul Qiyam Balikpapan : Ketika Warga Bergotong Royong Siapkan Ratusan Porsi Berbuka

Masjid Nurul Qiyam Balikpapan menyiapkan 300–350 porsi makan berat setiap hari selama Ramadan untuk jemaah dan musafir.

Setiap hari, 300-350 porsi makanan berat disiapkan Masjid Nurul Qiyam untuk buka puasa para jemaah dan musafir. (Foto : Propublika,id)

BALIKPAPAN — Tradisi berbagi makanan berbuka di Masjid Nurul Qiyam, Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota, kembali berlangsung selama Ramadan 2026. Setiap hari, tak kurang dari 300 hingga 350 porsi makanan berat disiapkan untuk jemaah, warga sekitar, hingga musafir.

Ngatmini (63), warga setempat, menjadi salah satu yang rutin terlibat menyiapkan hidangan berbuka. Sepekan terakhir, ia bersama sejumlah ibu-ibu dan remaja putri bergotong royong memasak menu yang telah ditentukan donatur.

Pada Selasa (24/2/2026) sore, menu yang disiapkan berupa sate dan lontong. Menu berbuka di masjid tersebut tidak hanya takjil, tetapi juga makanan berat yang berbeda setiap hari.

“Tradisi ini sudah kami jalankan belasan tahun, mungkin nyaris 20 tahun,” ujar perempuan yang akrab disapa Mini.

Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Nurul Qiyam, Somad Mustakim Suyanto, mengatakan tradisi penyediaan makanan berat saat berbuka dimulai sekitar 2008. Awalnya, DKM hanya menyediakan makanan ringan. Namun, atas masukan jemaah, makanan berat mulai ditambahkan.

“Awalnya seminggu dua kali. Seiring waktu, berdasarkan masukan RT sekitar, akhirnya kami siapkan setiap hari,” kata Somad.

Ia menegaskan, program berbuka puasa ini terbuka bagi siapa pun. Selain jemaah, warga sekitar dan musafir dipersilakan berbuka di masjid tersebut.

“Kami tidak eksklusif, siapa pun yang ingin mampir dan berbuka di sini dipersilakan,” ujarnya.

Menu buka puasa yang disajikan juga berganti setiap hari. (Foto : Propublika.id)

Menu berbuka telah disusun untuk satu bulan penuh dan berganti setiap hari. Variasinya antara lain bakso, sate, soto Banjar, soto Jawa, tekwan, rawon, nasi Padang, hingga rice bowl. Pada Ramadan tahun lalu, bahkan sempat disajikan nasi kebuli pada hari terakhir puasa karena banyaknya donatur.

Somad menjelaskan, terdapat empat Rukun Tetangga (RT) di Prapatan dan dua RT di Kelurahan Telaga Sari yang menjadi donatur tetap. Selain itu, terdapat pula donatur perorangan. Jadwal penyediaan makanan telah diatur bergantian setiap pekan selama Ramadan.

Program ini sekaligus memberdayakan warga sekitar yang memiliki keahlian memasak. Donatur biasanya meminta warga di sekitar masjid untuk menyiapkan ratusan porsi makanan tersebut.

“Kami ingin masyarakat sekitar juga merasakan manfaatnya,” kata Somad.

Yusuf, warga RT 41, menyambut positif kegiatan berbuka bersama tersebut. Menurut dia, kegiatan itu menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antarwarga.

“Ini jadi momen saling mengenal dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar