• Berita
  • Polda Kaltim Kirim 100 Brimob ke Aceh Tangani Pascabencana
Berita

Polda Kaltim Kirim 100 Brimob ke Aceh Tangani Pascabencana

Polda Kaltim mengerahkan 100 personel Brimob ke Aceh untuk memperkuat penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi.

Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro pada pelepasan 100 personel Brimob Polda Kaltim, yang akan diberangkatkan ke Aceh, Jumat (26/12/2025) sore. (Foto : Humas Polda Kaltim)

BALIKPAPAN — Polda Kalimantan Timur menerjunkan 100 personel Satuan Brimob untuk memperkuat penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah hukum Polda Aceh. Pemberangkatan dilakukan pada Jumat (26/12/2025) sebagai bagian dari misi kemanusiaan Polri.

Penugasan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor STR/799/XII/OPS.2/2025 tertanggal 24 Desember 2025. Pengerahan personel Brimob Polda Kaltim merupakan respons atas bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, menjadi ancaman serius pada musim hujan yang berlangsung sejak November hingga Februari.

“Bencana tersebut baru-baru ini melanda wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan dampak yang sangat serius,” ujar Irjen Endar.

Mengacu pada data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 Desember 2025, tercatat sebanyak 1.135 orang meninggal dunia, 173 orang dinyatakan hilang, dan hampir 500.000 jiwa terpaksa mengungsi.

Selain korban jiwa, bencana juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, rumah ibadah, pusat ekonomi, perkantoran, serta berbagai fasilitas publik lainnya.

Irjen Endar menegaskan bahwa dampak bencana tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial, ekonomi, dan psikologis. Oleh karena itu, masyarakat terdampak masih membutuhkan bantuan nyata serta kehadiran negara.

“Penugasan ini diharapkan dapat memperkuat kehadiran Polri di lapangan, mempercepat penanganan dan pemulihan, serta membantu masyarakat bangkit pascabencana,” katanya.

Ia menjelaskan, personel Brimob yang diterjunkan akan menjalankan tugas yang kompleks, mulai dari evakuasi korban, distribusi bantuan kemanusiaan, hingga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah terdampak dan lokasi pengungsian.

Dalam pelaksanaan tugas, Kapolda Kaltim menekankan pentingnya pendekatan humanis agar kehadiran personel benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Personel harus mengedepankan empati, sikap humanis, dan bantuan nyata, sekaligus menjadi penguat semangat serta harapan bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.

Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, personel diminta tetap siaga, waspada, dan profesional menghadapi potensi bencana susulan. Setiap langkah harus didasarkan pada analisis situasi lapangan agar penanganan tepat sasaran dan meminimalkan risiko.

Irjen Endar juga menyampaikan pesan Kapolri bahwa Polri berkomitmen mengawal penanganan dan pemulihan pascabencana hingga kondisi masyarakat kembali normal.

“Penugasan ini merupakan misi kemanusiaan Brimob sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat,” ucapnya.

Setibanya di lokasi Operasi Aman Nusa II 2025, personel diminta segera beradaptasi dengan kondisi setempat serta memperkuat sinergi lintas instansi. Keselamatan dan kesehatan personel menjadi prioritas utama dengan tetap mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan arahan pimpinan.

Kapolda Kaltim menutup arahannya dengan menegaskan bahwa pengorbanan meninggalkan keluarga demi tugas kemanusiaan merupakan bentuk pengabdian Bhayangkara kepada negara.

“Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, jaga nama baik Polri dan Polda Kalimantan Timur, serta kembali ke kesatuan dengan selamat dan penuh kebanggaan,” tutup Irjen Endar.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar