• Berita
  • BPS Kaltim: Ekspor Melemah di Awal 2026, Neraca Dagang Tetap Surplus
Berita

BPS Kaltim: Ekspor Melemah di Awal 2026, Neraca Dagang Tetap Surplus

Ekspor Kaltim Januari 2026 turun 31,25 persen jadi US$1,58 miliar, impor naik 5,62 persen, namun neraca dagang tetap surplus US$947,42 juta

Aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Kariangau, Balikpapan, yang menjadi pelabuhan ekspor impor Kaltim. (Foto : Dokumentasi Pemprov Kaltim)

SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat nilai ekspor Kaltim pada Januari 2026 sebesar US$1.585,06 juta atau turun 31,25 persen dibandingkan Desember 2025. Sebaliknya, nilai impor justru meningkat 5,62 persen menjadi US$637,64 juta.

Kepala BPS Kaltim, Masud Rifai, dalam siaran persnya menjelaskan penurunan ekspor terjadi pada sektor migas maupun nonmigas. Ekspor migas Januari 2026 tercatat US$115,94 juta atau turun 56,23 persen, sedangkan ekspor nonmigas sebesar US$1.469,12 juta atau turun 28,01 persen dibanding bulan sebelumnya.

Secara kumulatif, nilai ekspor Kaltim selama Januari 2026 tercatat US$1.585,06 juta atau turun 5,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

“Meski ekspor menurun, neraca perdagangan Kaltim pada Januari 2026 tetap mencatat surplus sebesar US$947,42 juta,” ujar Masud.

Ekspor Produk Kimia Alami Kenaikan

Masud meneruskan, berdasarkan golongan barang, peningkatan ekspor nonmigas terbesar pada Januari 2026 terjadi pada berbagai produk kimia yang naik US$16,52 juta atau 36,72 persen. Sebaliknya, penurunan terdalam terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$309,21 juta atau 21,07 persen.

“Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor Kaltim dengan nilai US$567,41 juta atau berkontribusi 38,62 persen. Disusul India sebesar US$190,61 juta (12,97 persen) dan Filipina US$146,39 juta (9,96 persen),” jelas dia.

Komoditas hasil tambang masih mendominasi ekspor dengan peranan 73,06 persen, diikuti hasil industri 19,52 persen, dan migas 7,31 persen. Tiga pelabuhan penyumbang ekspor terbesar adalah Pelabuhan Balikpapan (US$511,20 juta), Pelabuhan Samarinda (US$314,18 juta), dan Pelabuhan Tanjung Bara (US$215,01 juta).

Impor Kaltim Naik 5,62 Persen

Sementara itu, nilai impor Januari 2026 tercatat US$637,64 juta atau naik 5,62 persen dibanding Desember 2025. Impor migas naik 10,76 persen menjadi US$584,22 juta, sedangkan impor nonmigas turun 29,96 persen menjadi US$53,42 juta.

Peningkatan impor nonmigas terbesar terjadi pada bahan kimia anorganik yang naik US$3,52 juta atau 2.346,67 persen. Penurunan terdalam terjadi pada golongan kapal, perahu, dan struktur terapung sebesar US$5,32 juta atau 60,94 persen.

Tiongkok mendominasi asal impor nonmigas dengan nilai US$17,32 juta atau 32,43 persen, diikuti Amerika Serikat US$5,85 juta (10,94 persen) dan Malaysia US$3,52 juta (6,58 persen).

Menurut golongan penggunaan barang, impor bahan baku/penolong naik 6,73 persen. Sebaliknya, impor barang konsumsi turun 18,97 persen dan barang modal turun 20,30 persen.

“Adapun neraca perdagangan sektor nonmigas mencatat surplus US$1.415,70 juta, sedangkan sektor migas mengalami defisit US$468,28 juta,” tutup dia.

Picture of Alfian
Alfian
Jurnalis ProPublika.id. Menulis berbagai hal mengenai kriminal, ekonomi, olahraga, dan lingkungan.
Bagikan
Berikan Komentar