• Berita
  • Gempa Susulan Guncang Laut Sulawesi, 54 Rumah Rusak Berat
Berita

Gempa Susulan Guncang Laut Sulawesi, 54 Rumah Rusak Berat

Gempa susulan masih mengguncang Laut Sulawesi hingga 9 Juni 2026 pascagempa M 7,7. BNPB laporkan puluhan rumah di Sangihe & Talaud rusak berat.

Kerusakan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) dan rumah warga akibat terdampak gempabumi Magnitudo 7.7 pada Senin (8/6) sumber foto BPBD Provinsi Sulawesi Utara
Kerusakan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) akibat gempabumi Magnitudo 7.7 pada Senin (8/6/2026). (Foto BPBD Provinsi Sulawesi Utara)

JAKARTA — Serangkaian gempa susulan berkekuatan kecil dilaporkan masih terus mengguncang wilayah Laut Sulawesi hingga Selasa (9/6/2026) pukul 09.00 WIB. Aktivitas tektonik tersebut terjadi pascagempa utama bermagnitudo 7,7 yang menghentak kawasan tersebut, termasuk Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi salah satu wilayah di Sulawesi Utara yang paling terdampak. Guncangan keras mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup masif pada permukiman warga setempat.

“Kerusakan bangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe terdata antara lain 54 unit rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, dan delapan unit rumah rusak ringan. Selain itu, dua unit gereja, satu unit sekolah, dan satu unit rumah dinas guru juga mengalami kerusakan,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Meskipun demikian, situasi logistik dan mobilitas warga dilaporkan berangsur membaik. Dari total 1.160 jiwa yang sebelumnya terpaksa mengungsi, sebagian besar telah kembali ke kediaman masing-masing.

Infrastruktur vital seperti pasokan listrik di Kabupaten Kepulauan Sangihe juga dilaporkan mulai normal secara bertahap. Namun, listrik di pulau-pulau terluar yang dekat episentrum gempa utama lambat pulih.

Wilayah administrasi di sekitar Sangihe, yakni Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Minahasa Utara, turut melaporkan adanya kerusakan fasilitas umum serta hunian warga.

“Dampak gempa di Kabupaten Kepulauan Talaud tercatat menyebabkan kerusakan pada 12 unit rumah, satu unit rumah sakit, dan satu gudang pelabuhan,” kata Abdul.

Selain itu, tercatat 12 keluarga terdampak. Sementara itu, di Kabupaten Minahasa Utara, gempa mengakibatkan kerusakan pada satu unit gedung Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM) 76 serta satu unit fasilitas pendidikan.

Rangkuman Dampak Gempa Sulawesi Utara

Wilayah TerdampakKerusakan Fasilitas & RumahKeterangan Tambahan
Kab. Kepulauan Sangihe54 Rumah Rusak Berat, 21 Rusak Sedang, 8 Rusak Ringan, 2 Gereja, 1 Sekolah, 1 Rumah Dinas Guru1.160 pengungsi berangsur pulang; listrik pulau terluar dekat episentrum masih padam.
Kab. Kepulauan Talaud12 Rumah Rusak, 1 Rumah Sakit, 1 Gudang PelabuhanSebanyak 12 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung.
Kab. Minahasa Utara1 Gedung GMIM 76, 1 Fasilitas PendidikanPenilaian dampak lanjutan masih berjalan.

BNPB menekankan agar masyarakat mematuhi perimeter radius bahaya resmi dan menyiapkan tas siaga bencana. Warga juga diminta memantau kanal informasi resmi BMKG dan BPBD setempat.

Baca juga:

Picture of FX Jarwo
FX Jarwo
Jurnalis dan penulis konten ProPublika.id. Menggemari isu lingkungan, masyarakat adat, dan hak asasi manusia. Ia pun menulis hal-hal ringan mengenai perjalanan, tips, dan pengetahuan umum dari berbagai sumber.
Bagikan
Berikan Komentar